AMBON, SIRIMAUPOS. – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon sukses menggelar Virtual Launching Forum Komunikasi (FORKOM) FKIP Se-Indonesia pada Senin (6/7/2026). Bertempat di Lantai 2 Gedung Rektorat Unpatti, acara ini menjadi gong pembuka menuju pertemuan puncak berskala nasional yang dijadwalkan berlangsung di Kota Ambon pada 5 hingga 8 November 2026 mendatang.
Kemegahan acara langsung terasa sejak menit pertama. Sanggar Tari Rukiten dari Program Studi PPKN FKIP Unpatti membuka momentum ini secara apik lewat tarian kolosal. Gerakan ritmis para penari berhasil menyajikan rasi kebudayaan antardaerah di Indonesia, yang secara filosofis menggambarkan semangat persatuan di tengah keberagaman Nusantara.
Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., Dekan FKIP Unpatti Prof. Dr. Izaak H. Wenno, M.Pd., para Wakil Dekan, jajaran Ketua Program Studi (Kaprodi) di lingkup FKIP, serta ratusan mahasiswa. Tak hanya di Ambon, peluncuran ini juga diikuti secara virtual oleh seluruh pimpinan dan civitas akademika kampus FKIP di seluruh penjuru Indonesia.
Dekan FKIP Unpatti, Prof. Izaak H. Wenno menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Rektor beserta seluruh jajaran panitia atas kerja keras dan dukungannya. Ia memastikan kesiapan Ambon sebagai tuan rumah pada November nanti adalah momen penting dalam skala nasional dan internasional.
”Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Melalui peluncuran ini, kami siap menyambut kehadiran perwakilan dari 34 FKIP se-Indonesia yang akan datang langsung ke Ambon. Bahkan, ada keinginan besar dari Universitas Timor Leste untuk turut hadir pada pertemuan puncak nanti,” ungkap Wenno optimis.
Sementara itu, Pimpinan Pusat FORKOM FKIP Se-Indonesia, Dr. Imam Sujadi, M.Si., menekankan bahwa momentum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah gerakan bersama untuk mengubah wajah lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).
”Tantangan IPTEK bergerak sangat cepat. Lulusan FKIP tidak boleh hanya menguasai akademik, tapi wajib memiliki kreativitas, kemampuan kolaborasi, dan jiwa kepemimpinan. FORKOM harus bertransformasi dari sekadar forum koordinasi menjadi ekosistem kolaborasi nasional yang menghasilkan program nyata; mulai dari kurikulum bersama, riset publikasi, pertukaran dosen-mahasiswa, hingga pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU),” tegas Dr. Imam Sujadi.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Unpatti Prof. Fredy Leiwakabessy menegaskan bahwa mandat sebagai tuan rumah adalah tanggung jawab besar yang akan diemban Unpatti dengan memanifestasikan seluruh potensi yang ada.
Rektor secara khusus memuji tema “Harmoni” yang diusung dalam perhelatan ini. Menurutnya, tema tersebut mencerminkan esensi dari baku kele, bergandengan tangan, dan toma maju bersama.
”Dunia perguruan tinggi saat ini telah bergeser dari paradigma kompetitif ke paradigma kolaborasi. Dengan semangat harmoni di tengah keberagaman, kita perkuat kolaborasi untuk melahirkan guru-guru profesional yang mampu memberikan solusi nyata bagi peningkatan kualitas SDM bangsa demi masa depan Indonesia,” ujar Rektor hangat.
Pertemuan puncak FORKOM FKIP 2026 di Unpatti nanti dipastikan akan berlangsung semarak dan berdampak luas. Selain forum ilmiah para pembuat kebijakan (International Conference), ruang akselerasi prestasi juga dibuka lebar bagi mahasiswa melalui berbagai kompetisi tingkat nasional, di antaranya lomba musik puisi, tari tradisional/kreasi serta lomba bernyanyi pop solo
Melalui agenda yang padat dan terstruktur ini, FORKOM FKIP Se-Indonesia tahun 2026 di Universitas Pattimura diharapkan tidak mandek sebagai seremonial belaka, melainkan mampu menelurkan rekomendasi konkret dan regulasi taktis demi transformasi total pendidikan guru di Indonesia. (*)










