SirimauPos
SirimauPos

INPEX dan Unpatti Bahas Penguatan Rantai Pasok Lokal untuk Dukung Proyek Abadi LNG Masela

AMBON, Sirimaupos.com – Upaya mempersiapkan pelaku usaha lokal agar mampu mengambil peran strategis dalam Proyek Abadi LNG Masela menjadi fokus utama Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Inpex Masela Ltd bekerja sama dengan Universitas Pattimura (Unpatti) di Ambon, Kamis (11/6).

Forum tersebut mengangkat tema pengembangan rantai pasok berbasis peningkatan kapasitas penyedia barang dan jasa guna menunjang kebutuhan proyek energi terbesar di kawasan timur Indonesia itu.
Kegiatan yang menghadirkan akademisi, pelaku usaha, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya tersebut menjadi wadah untuk membangun pemahaman bersama mengenai peluang dan tantangan keterlibatan penyedia barang dan jasa asal Maluku dalam ekosistem Proyek Abadi LNG Masela.
Dalam pemaparannya, perwakilan Inpex Masela Ltd, George, menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan investasi, tetapi juga kesiapan rantai pasok lokal yang mampu memenuhi standar industri migas internasional.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dan pelaku usaha lokal memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari proyek ini. Karena itu, peningkatan kapasitas penyedia barang dan jasa menjadi salah satu fokus penting yang harus dipersiapkan sejak sekarang,” kata George.
Menurutnya, pengembangan rantai pasok lokal harus dimulai sejak tahap perencanaan proyek. Hal itu penting mengingat kebutuhan barang dan jasa selama fase konstruksi maupun operasi akan sangat besar dan melibatkan berbagai sektor usaha.
George menjelaskan bahwa saat ini Proyek Abadi LNG Masela masih berada pada tahap Front-End Engineering Design (FEED). Pada fase tersebut, berbagai kebutuhan teknis mulai dipetakan, termasuk potensi keterlibatan pelaku usaha nasional dan daerah dalam rantai pasok proyek.
“Kalau kita ingin pelaku usaha lokal terlibat lebih besar, maka persiapannya tidak bisa dilakukan ketika proyek sudah berjalan. Kapasitas, kompetensi, dan standar usaha harus dibangun dari sekarang,” ujarnya.
FGD tersebut juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendukung yang mampu menjawab kebutuhan industri migas berskala global. Universitas Pattimura dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Selain tenaga kerja, sektor penyedia barang dan jasa lokal juga didorong untuk meningkatkan kualitas manajemen usaha, sertifikasi, serta kemampuan memenuhi standar keselamatan dan operasional yang menjadi syarat utama dalam industri minyak dan gas.
Pemerintah sendiri menaruh harapan besar agar Proyek Abadi LNG Masela dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Maluku.

Dengan nilai investasi mencapai USD 20,94 miliar, proyek tersebut diproyeksikan menciptakan ribuan lapangan kerja dan peluang usaha baru bagi masyarakat di wilayah sekitar.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, sebelumnya menegaskan bahwa proyek strategis nasional tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri.
“Multiplier effect yang kita harapkan bisa benar-benar terwujud, dan masyarakat di sekitar proyek merasakan langsung dampaknya,” kata Yuliot.
Selain memberikan manfaat ekonomi, keterlibatan penyedia barang dan jasa lokal juga dinilai penting untuk memperkuat daya saing daerah dan menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas usaha menjadi agenda yang harus dilakukan secara konsisten dan terukur.
Diskusi yang berlangsung dinamis tersebut juga membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan berbagai masukan terkait strategi pengembangan usaha lokal, peluang kemitraan, hingga mekanisme pengadaan barang dan jasa yang dapat diakses oleh pelaku usaha Maluku.
Melalui forum ini, Inpex menegaskan komitmennya untuk terus mendorong keterlibatan konten lokal dalam setiap tahapan pengembangan Proyek Abadi LNG Masela. Harapannya, ketika proyek memasuki fase konstruksi dan operasi, masyarakat Maluku tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu tampil sebagai pelaku utama dalam rantai pasok industri energi nasional.(*)


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.

© Hak Cipta SirimauPos.com. Dilindungi Undang-Undang

error: Konten Dilindungi !