SirimauPos
SirimauPos

Sempat Gegerkan Ambon, Bom Pesawat Peninggalan Perang Dunia Dipastikan Tak Aktif oleh Tim Jibom Brimob

AMBON, SirimauPos— Warga Kota Ambon sempat dibuat gempar setelah ditemukannya sebuah benda berukuran besar menyerupai bom saat proses penggalian tanah di depan Percetakan Mitra Sentra Ambon, Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau, Senin (27/7).

Benda yang memicu perhatian warga tersebut beruntung dipastikan sudah tidak berpotensi meledak.
​Menerima laporan masyarakat, Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku bergerak cepat menuju lokasi sekitar pukul 08.56 WIT. Dipimpin Pasi Min Den Gegana AKP Barnabas Liroga, personel langsung memasang garis pengaman, mensterilkan area, dan melakukan identifikasi teknis sesuai SOP bahan peledak.
​Hasil analisis dari Operator Bomb Data Regional (BDR) memastikan bahwa benda tersebut merupakan Unexploded Ordnance (UXO) atau bom pesawat peninggalan Perang Dunia jenis KAAKAA-120.
​Kondisi bom tersebut sudah terpotong dan hanya menyisakan bagian ekor serta sebagian badan bom, dengan rincian ukuran: panjang keseluruhan: ±174 cm, panjang ekor: ±100 cm, diameter: ±42 cm
​Meski merupakan sisa bahan peledak militer masa lalu, pemeriksaan intensif memastikan benda tersebut sudah tidak aktif dan tidak memiliki potensi ledakan.
Sebagai langkah antisipasi standar penanganan bahan peledak, Tim Jibom tetap menyisir dan mensterilkan area sekitar hingga pukul 11.45 WIT guna memastikan tidak ada ancaman benda berbahaya lainnya. Temuan tersebut kini telah dievakuasi dan diserahkan ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk pendataan lebih lanjut.
​Dansat Brimob Polda Maluku, Kombes Pol. Tesy Purnanto, S.I.K., menegaskan bahwa setiap laporan terkait ancaman bahan peledak selalu menjadi prioritas utama demi keselamatan publik.
​”Setiap dugaan bahan peledak wajib diperlakukan sebagai ancaman aktif sampai dipastikan aman oleh tim ahli. Hasil analisis menunjukkan bom ini sudah tidak aktif, namun kesiapsiagaan dan prosedur keselamatan tetap kita jalankan secara penuh,” tegas Kombes Pol. Tesy.
​Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membongkar jika menemukan benda mencurigakan serupa granat, mortir, maupun amunisi peninggalan perang.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengapresiasi kepekaan warga Amantelu yang langsung melapor kepada pihak berwajib tanpa mengambil tindakan berisiko.
​”Respons cepat masyarakat menjadi kunci utama sehingga penanganan bisa dilakukan secara terukur tanpa memicu kepanikan berkepanjangan. Situasi saat ini dipastikan aman dan kondusif,” pungkas Kombes Pol. Rositah.
​Dengan selesainya proses sterilisasi, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi penemuan kini telah kembali berjalan normal. (*)


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.

© Hak Cipta SirimauPos.com. Dilindungi Undang-Undang

error: Konten Dilindungi !