AMBON, SIRIMAUPOS.COM — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalesang Maluku meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku merespons secara serius konsep Ambon Water From City yang tengah didorong Pemerintah Kota Ambon sebagai bagian dari arah penataan kota berbasis sungai, teluk dan kawasan pesisir.
Ketua LSM Kalesang Maluku, Costansius Kolatfeka, menilai gagasan tersebut memiliki relevansi kuat dengan karakter geografis Kota Ambon.
Menurutnya, Ambon merupakan kota yang berkembang di antara kawasan perbukitan, aliran sungai dan Teluk Ambon sehingga pembangunan kota tidak dapat dilepaskan dari tata kelola sumber daya air.
Kolatfeka mengatakan, konsep Water From City tidak seharusnya dipahami sebatas proyek mempercantik kawasan sungai atau pesisir. Lebih dari itu, konsep tersebut harus ditempatkan sebagai kerangka pembangunan yang mengintegrasikan fungsi sungai, drainase, muara, kawasan pantai, ruang publik, hingga keselamatan masyarakat.
“Ambon yang diapit oleh sungai dan teluk merupakan kota yang indah jika ditata dengan konsep Water From City. Karena itu, konsep ini harus terkoneksi dengan kewenangan dan fungsi Balai Sungai,” kata Ketua LSM Kalesang Maluku, Costansius Kolatfeka.
Menurut dia, BWS Maluku memiliki posisi strategis karena sungai dan jaringan irigasi merupakan bagian penting dari pengelolaan sumber daya air. Karena itu, gagasan Pemerintah Kota Ambon mengenai Water From City dinilai membutuhkan keterlibatan teknis BWS sejak tahap perencanaan hingga implementasi.
Sejalan dengan itu Ketua Bidang OKK Kalesang Maluku Josep D Saragih, memberikan apresiasi terhadap kinerja jajaran BWS Maluku dalam menangani sejumlah persoalan sumber daya air di Maluku.
Saragih menilai, WFC Kota Ambon menjadi penting karena karakter wilayahnya berbeda dengan daerah lain. Sungai-sungai di Ambon memiliki hubungan langsung dengan kawasan permukiman, pusat perdagangan dan Teluk Ambon.
Ia berharap pemerintah pusat tetap memberikan ruang dan kepercayaan kepada pejabat tersebut untuk melanjutkan pengabdian di Maluku.
LSM Kalesang Maluku terus mendorong agar Ambon Water From City tidak berhenti sebagai gagasan pembangunan kota. Konsep tersebut, menurut kajian dari Kalesang Maluiu, harus diterjemahkan dalam kerja bersama antara Pemerintah Kota Ambon, BWS Maluku, Pemerintah Provinsi Maluku dan pemangku kepentingan lainnya dengan satu tujuan: menjadikan sungai dan teluk sebagai bagian dari kekuatan kota, bukan sumber ancaman bagi masyarakat.
Sebagai catatan, gagasan penataan Teluk Ambon dan Water From City memang telah menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam pembicaraan pembangunan Kota Ambon. Pada Juni 2025, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyebut kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy ke Ambon memberi harapan bagi penataan Teluk Ambon, Water From City dan jalan lingkar Teluk.(“)




