AMBON,SIRIMAUPOS— Dunia otomotif di Kota Ambon kembali menunjukkan geliat positif melalui pelaksanaan Ascart Modified Expo (AMX) 2026 yang resmi dibuka di Taman Budaya Karang Panjang, Ambon, Sabtu (16/5/2026). Event otomotif terbesar di Maluku itu menjadi ruang unjuk kreativitas komunitas modifikasi kendaraan sekaligus simbol kebangkitan otomotif daerah menuju level nasional.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 16 hingga 17 Mei 2026, itu menghadirkan berbagai kategori perlombaan mulai dari kontes mobil, motor, sound system hingga balap mania. Ratusan peserta dari berbagai komunitas otomotif di Ambon dan sekitarnya turut ambil bagian dalam event tersebut.

Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Lewerissa. Dalam sambutannya, Johan menegaskan bahwa Ascart Modified Expo bukan sekadar ajang menyalurkan hobi otomotif, melainkan juga memiliki nilai sosial dan menjadi ruang prestasi bagi generasi muda di Kota Ambon.

“Di hari ini kita menyaksikan lomba untuk merebut Piala Ascart yang di antaranya mobil kontes, motor, sound dan juga balap mania. Ascart Modified Expo bukan saja untuk melakukan hobi tetapi kehidupan sosial kepada kehidupan sosial di sekitar,” kata Johan Lewerissa.
Ia berharap seluruh dewan juri dapat memberikan penilaian secara objektif sehingga event tersebut benar-benar melahirkan prestasi dan meningkatkan kualitas kompetisi otomotif di Maluku.
“Harapan saya juri bisa bersifat objektif dan beri penilaian dengan baik sehingga momen ini bisa menjadi ajang prestasi di Kota Ambon,” kata Johan.
Sementara itu, penggagas AMX 2026 yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar, mengatakan penyelenggaraan tahun kedua ini menjadi bukti bahwa komunitas otomotif di Ambon terus berkembang dan mulai menunjukkan kesiapan bersaing di tingkat nasional.
Menurut Patrick, jika pada pelaksanaan sebelumnya AMX hanya menghadirkan kontes mobil dan motor, kini event tersebut tampil lebih besar dengan menghadirkan berbagai kategori baru yang mampu menarik antusiasme masyarakat dan komunitas otomotif.
“Katong mau bangun otomotif Ambon supaya tetap hidup dan berkembang. Ini bukan soal siapa paling mahal, tapi soal kreativitas dan kebanggaan komunitas,” kata Patrick Moenandar kepada wartawan usai pembukaan kegiatan.
Di sisi lain, tokoh otomotif Maluku, Welem Kurnala, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Ascart Modified Expo 2026. Ia menilai event tersebut menjadi wadah penting untuk menyatukan komunitas otomotif di Maluku sekaligus menghapus stigma daerah tertinggal.
“Kalau bicara otomotif juga lengkap dengan sound system dimana modifikasi mobil biaya sangat besar sehingga saya beri apresiasi keadaan Ascart dimana ajang ini bukan untuk siapa menang atau kalah tapi bagaimana kita bersatu untuk event-event ini supaya Maluku bukan lagi Maluku yang tertinggal tetapi Maluku yang maju,” kata Welem Kurnala.
Pelaksanaan AMX 2026 juga dinilai memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pendukung otomotif di Ambon. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai komunitas disebut mampu mendorong aktivitas usaha lokal mulai dari bengkel modifikasi, penjualan aksesoris kendaraan hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.

Selain menjadi hiburan masyarakat, event tersebut diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta otomotif baru dari Maluku yang dapat tampil dalam kompetisi tingkat nasional. Komunitas otomotif di Ambon pun kini mulai memperlihatkan transformasi dari sekadar hobi menjadi ruang pengembangan kreativitas dan prestasi anak muda.
Dengan antusiasme peserta yang terus meningkat setiap tahun, Ascart Modified Expo 2026 diproyeksikan menjadi agenda otomotif tahunan terbesar di Maluku. Penyelenggara berharap event itu dapat terus berkembang dan menjadi ikon otomotif daerah yang mampu mengangkat nama Ambon serta Maluku di panggung nasional.(Monty)










