AMBON, Sirimaupos.com — Halal bihalal Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Maluku yang berlangsung di Aula Hotel Pasifik Ambon, Senin (6/4/2026), menjadi momentum strategis konsolidasi organisasi dalam menyongsong agenda nasional, yakni Muktamar ICMI yang direncanakan digelar di Kota Ambon pada Desember mendatang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua MPW ICMI Maluku Ruslan Tawari, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, unsur Forkopimda Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Rektor aunpatti serta jajaran pengurus dan anggota ICMI Maluku. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap peran ICMI di Maluku.
Acara diawali dengan pembacaan basmalah secara bersama-sama sebagai bentuk pembuka kegiatan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Bambang Pitmatan. Suasana khidmat kemudian berlanjut dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars ICMI sebagai simbol nasionalisme dan identitas organisasi.
Momentum halal bihalal ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga forum strategis untuk menyatukan gagasan dan langkah organisasi dalam menghadapi agenda besar di tingkat nasional.
Ketua MPW ICMI Maluku, Ruslan Tawary, dalam sambutannya menegaskan bahwa pihaknya tengah mengkonsolidasikan seluruh potensi dan pemikiran guna mempersiapkan Ambon sebagai tuan rumah Muktamar ICMI.
“hari ini ICMI mengkonsolidasi pikirannya untuk Ambon menjadi tuan rumah Muktamar ICMI pada bulan Desember nanti, di mana ada 10 menteri yang akan hadir di Maluku dan Bapak Presiden direncanakan membuka langsung kegiatan tersebut…,”kata Ketua MPW ICMI Maluku, Ruslan Tawary.
Ia menambahkan, kesiapan tersebut harus dilakukan secara maksimal, mengingat skala kegiatan yang melibatkan peserta dari seluruh Indonesia serta perhatian pemerintah pusat.
“Kita harus benar-benar mempersiapkan dengan baik, karena muktamar ini akan membahas isu strategis, terutama ketahanan pangan sebagai tema utama…,” kata Ruslan.
Lebih lanjut, Ruslan menjelaskan bahwa rangkaian pra-muktamar juga akan digelar di berbagai daerah dengan tema berbeda sebagai bagian dari penguatan substansi.
“…bulan Agustus akan membahas ketahanan pangan, September tentang konektivitas, dan Oktober di Kalimantan Tengah yang dirangkaikan dengan kegiatan lainnya…,” kata Ruslan.
Menurutnya, Muktamar ICMI di Ambon tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga peluang strategis untuk mendorong Maluku sebagai pusat perhatian nasional, khususnya dalam perumusan arah kebijakan dari kawasan timur Indonesia.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Ambon, agar seluruh energi dan pemikiran dapat diarahkan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
“…muktamar ini akan kita kolaborasikan dengan pemerintah kota, sehingga pikiran dan energi dari ufuk timur Indonesia bisa memberi arah bagi kebijakan nasional…,” kata Ruslan.
Selain aspek teknis dan substansi, Ruslan juga menyoroti pentingnya nilai-nilai sosial budaya Maluku, khususnya semangat pela gandong sebagai simbol persaudaraan dan toleransi.
“kita harus menunjukkan semangat pela gandong sebagai semangat toleransi di Maluku. Muktamar Ambon harus menjadi titik balik ICMI dalam menunjukkan kolaborasi dan toleransi…,” kata Ruslan.
Ia optimistis bahwa dengan dukungan berbagai pihak, Ambon mampu menjadi tuan rumah yang baik, termasuk dalam hal penyediaan kebutuhan dasar kegiatan seperti konsumsi bagi peserta.
Pemerintah daerah melalui kehadiran Wakil Gubernur Maluku turut memberikan sinyal dukungan terhadap rencana tersebut, meski tidak disampaikan secara rinci dalam forum tersebut.
Dengan potensi kehadiran sejumlah menteri dan bahkan Presiden, kegiatan ini dinilai memiliki dampak besar, baik secara politik, sosial, maupun ekonomi bagi Maluku, khususnya Kota Ambon.
Halal bihalal ini pun menjadi titik awal penguatan sinergi antara ICMI dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan bahwa Muktamar ICMI di Ambon berjalan sukses dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.(*)
MUKTAMAR VIII ICMI AKAN BERLANGSUNG DESEMBER di AMBON
Tawar: Akan Dihadiri oleh Presiden 10 Mentri










