AMBON, SirimauPos— Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon resmi melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) rektor yang dirangkaikan dengan ibadah syukur, Rabu (21/5).

Momentum pergantian kepemimpinan itu menandai berakhirnya masa jabatan Prof Yance Z Rumahuru periode 2022-2026 dan dimulainya kepemimpinan baru Dr Elka Anakotta untuk periode 2026-2030.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus IAKN Ambon tersebut diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Pdt E Muskita. Ibadah itu menjadi ungkapan syukur atas seluruh proses pemilihan hingga pelantikan rektor yang berlangsung dengan baik dan lancar. Acara turut dihadiri oleh para, wakil rektor para pimpinan fakultas, pimpinan program studi serta pimpinan lembaga dan civitas akademika IAKN Ambon.

Dalam sambutan perpisahannya, Prof Yance menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pimpinan kampus yang selama empat tahun terakhir bersama-sama membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan tersebut. Ia menilai kemajuan IAKN Ambon tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh unsur kampus.
“Semua kemajuan lembaga ini adalah kerja keras semua orang,” kata Prof Yance Rumahuru.
Menurutnya, tantangan organisasi harus dijawab dengan fondasi pelayanan dan semangat menjaga persatuan di tengah berbagai kepentingan yang berkembang dalam institusi.
“Ketika orang sibuk dengan validasi dan klarifikasi serta konflik internal, kita harus menjalankan tugas ini dengan fondasi pelayanan sehingga semua orang merasa terlayani dengan baik,” kata Prof Yance Rumahuru.
Prof Yance menegaskan, perkembangan IAKN Ambon saat ini telah mendapat perhatian publik secara nasional. Ia menyebut transformasi lembaga dari STAKPN hingga menjadi IAKN menunjukkan kemajuan signifikan yang harus terus dijaga dan dikembangkan oleh kepemimpinan selanjutnya.
“Kita dukung ibu Elka sebagai rektor. Kalau orang berjalan maka kita harus terbang,” kata Prof Yance Rumahuru.
Ia juga mengungkapkan optimismenya terhadap pengembangan sumber daya manusia di IAKN Ambon. Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 25 lektor kepala yang diharapkan dapat meningkat menjadi profesor dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari penguatan kualitas akademik kampus.
Sementara itu, Rektor IAKN Ambon periode 2026-2030, Dr Elka Anakotta, dalam pidato perdananya menekankan pentingnya budaya kerja keras yang sehat sebagai fondasi pengembangan institusi. Ia menyebut seluruh capaian IAKN Ambon tidak terlepas dari kontribusi para pendahulu yang telah membangun lembaga sejak masa PGA hingga menjadi IAKN.
“Kita bersyukur kepada Tuhan Yesus karena tanpa kasih Tuhan kita tidak mungkin sampai di sini,” kata Dr Elka Anakotta.
Menurutnta, komitmen bersama dalam membangun budaya kerja yang sehat akan menjadi faktor penting dalam memperkuat tata kelola kampus dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan di Maluku.
Dalam arahannya, Elka menegaskan bahwa program prioritas utama kepemimpinannya adalah mendorong peningkatan status IAKN Ambon menjadi universitas. Ia mengungkapkan proses administrasi dan pengusulan perubahan status tersebut telah berada di tingkat kementerian dan saat ini menunggu tahapan lanjutan.
“Program utama yang menjadi prioritas adalah peningkatan IAKN menjadi universitas. Proses itu sudah sampai di kementerian dan sementara menunggu proses,” kata Dr Elka Anakotta.
Ia berharap IAKN Ambon ke depan tidak hanya menjadi pusat pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di Maluku, tetapi juga mampu memberi kontribusi lebih luas bagi Indonesia hingga tingkat internasional. Komitmen itu, menurutnya, harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas akademik, tata kelola, dan penguatan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian acara sertijab, civitas akademika IAKN Ambon juga menyerahkan cendera mata kepada Prof Yance Rumahuru sebagai bentuk penghargaan dan tanda kasih atas pengabdian selama memimpin lembaga tersebut. Momentum itu berlangsung penuh kehangatan dan menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan dalam mendorong kemajuan IAKN Ambon ke depan.(mon)










