banner 1080x1921
banner 1080x1921
SirimauPos

Bertahun-tahun Tak Beri Kontribusi untuk PAD, Mess Maluku Terus “Merampok” Uang Daerah

Ambon, Sirimaupos.com – Sudah bertahun tahun Mes Maluku tak pernah memberikan kontribusi positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Maluku. Bahkan pebgelolaan Mes Maluku cenderung menghabiskan uang rakyat ketimbang pendapatan yang diperoleh.

SirimauPos

Bahkan, sejak dikelola oleh pihak ketiga, Mes Maluku yang sudah berubah menjadi Hotel Berbintang di Pusat Kota Jakarta itu terus mendapat sorotan tajam dari DPRD Maluku, tetapi anggaran yang disubsidi oleh Pemda Maluku terus dikucurkan hampir setiap tahun anggaran.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Maluku dalam rangka penyampaian rekomendasi terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban gubernur Maluku Tahun 2023 pun Dewan menyoroti anggaran senilai Rp 21 milyar untuk renovasi Mes Maluku.


Pada Rapat Paripurna itu, wakil ketua komisi I DPRD Provinsi Maluku, Jantje Wenno, SH meminta kepada aparat penegak hukum supaya melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap indikasi dugaan korupsi pada proses rehab bangunan Mess Maluku.

SirimauPos

Indikasi itu semakin menguat lantaran dari Rp 21 milyar anggaran yang telah digelontorkan tetapi selama empat tahun terakhir Mes Maluku tak kunjung selesai.

“Kita alokasikan Rp 21 Milyar selama lebih dari empat tahun itu, tapi tidak pernah selesai-selesai. Padahal cuma renovasi, nanti kalau saudara-saudara berkunjung kesana bisa lihat, renovasi tarmaso-maso akal (tak masuk akal-red)  karena tidak ada sesuatu yang berubah dan bagus disana,” kesal Jantje Wenno.

Lembaga DPRD Maluku juga mengeluarkan rekomendasinya, guna meminta perhatian aparat penegak hukum melakukan penyelidikan dan penyidikan namun belum ada tanda-tanda penyeludikan.

“Patut diduga bahwa proses pembangunan itu sarat dengan korupsi, memang tidak cukup hanya dengan rekomendasi tapi saya mendesak DPRD Maluku secara kelembagaan menyurati pihak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan penyelahgunaan kewenangan keuangan negara, “tandas bakal calon Aalikota Ambon ini, kepada awak media usai rapat paripurna Senin (22/04/24) lalu.

Pantauan media ini, dari sisi rehab misalnya kebanyakan kloset duduk masih tidak alami perubahan artinya masih menggunakan yang lama alias tidak diganti, sehingga nampak kalau kloset berwarna kuning. Tercatat pada beberapa point di bawah seperti Air tidak layak, suka berubah warna; Lift tidak dimantenance dengan baik hanya pergantian Wallpaper saja, Toilet lobby dan toilet umum di masing-masing lantai kotor kerannya udah kotor.

Selain itu, Sistem pendinginan AC perlu ditinjau lagi. Karena udara pengap.dan jaringan pembuangan air di basement karena sering banjir jika hujan serta di Lt 4 banyak Wallpaper lama yang rusak serta ruangan pengap dan panas. (*)

error: Konten Dilindungi !