banner 1080x1921
banner 1080x1921
SirimauPos

Raja Kaieli Tanggapi Sasi Adat atas Operasional PT. OGI yang Dinilai Resahkan Warga

Ambon, Sirimaupos.com -Diduga masuk PT. Ormat Geothermal Indonesia (OGI) di Pulau Buru Provinsi Maluku membuat masyarakat yang tinggal di sekitarnya mulai gelisah dan ketakutan .

Perusahaan Panas Bumi milik Amerika ini beroperasi di wilayah Petuanan Kaiely, Desa Wapsalit Kecamatan Long Guba kabupaten Buru, Provinsi Maluku.

SirimauPos

Akibat operasional PT.OGI yang tidak diawali dengan sosialisasi tentang dampak negatif yang ditimbulkan kepada masyatakat, maka warga setempat sangat merasa kuatie dan tidak   bisa bertahan dengan kondisi tersebut bahkan sebagian warga memilih mengungsi ke tempat-tempat yang dirasa Aman.

Warga setempat mengaku bahwa  operadional PT. OGI telah meresahkan warga sehingga  sejumlah warga memilih mengungsi ke daerah yang dirasa lebih aman “Masyarakat mengungsi karena anak-anak sudah tidak bisa bersekolah, tidak bisa beribadah bahkan aktifitas kemasyarakatan tidak bisa berlangsung,” kata salah satu warga Direktur Sasi Deliana Behuku , Jumat, lalu di Buru

Pihaknya meminta Pemda Kabupaten Buru harus bertanggung jswab harus terhadap keselamatan mereka karena masyarakat sangat dirugikan.

Deliana Behuku meminta PT.OGI agar segera menghentikan eksplorasi dan angkat kaki dari petuanan adat milik warga.

SirimauPos

Masyarakat adat dari Soar Pito Soar Pa,  Rechensap Kaiely Kecamatan Lolongguba Kabupaten Buru Provinsi Maluku melakukan sasi adat terhadap aktifitas PT.OGI karena karena dianggap menjadi bencana baru di wilayah tersebut.

Menurut Behuku, aktifitas PT. OGI jangan hanya memikirkan keuntungan untuk perusahan tapi juga harus memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan warga di sekitar perusahaan.

Mereka juga mengeluh atas ketidak jelasan janji perusahan untuk memberi insentif kepada tokoh-tokoh adat dan desa itu

Bukan saja itu aktifitas PT.OGI juga dinilai sangat mengancam keberlangsungan hidup dan berpotensi merusak lingkungan setempat

Selanjutnya,Behuku juga menilai, kehadiran PT OGI telah menyebabkan konflik di tengah-tengah masyarakat karena dinilai tidak menghargai masyarakat adat setempat.

“Kehadiran PT. OGI  juga telah memporak-porandakan ruang hidup masyarakat setempat atas akses dan kontrol terhadap hutan dan lingkungan sekitar,Alasannya karena seluruh masyarakat di situ menggantungkan hidupnya sebagai petani di kebun dan menyuling minyak kayu putih,” ungkapnya.

Sementara itu, Yafet Hukunala, salah satu warga setempat sangat menyesali aktifitas yang dilakukan oleh PT.OGI  karena perusahan tersebut tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu agar masyarakat tahu dampak positif dan negatif yang muncul setelah dilakukan pengoboran.

Yafet mengisahkan beberapa perusahan pengoboran di Indonesia akibatnya sangat fatal terhadap lingkungan dan kelangsungan hidup warga sekitar.

Terkait aksi palang oleh Tokoh adat dataran tinggi Petuanan Kaiely, Kapsodin bersama perangkat adat beberapa waktu kemarin dengan alasan PT.OGI lebih dulu melakukan pengeboran sebelum dilakukan proses upacara adat

“PT.OGI dipalang oleh kapsodin bersama pemangku adat.setempat karena
Perusahaan sudah melakukan pengoboran Sebelum dilakukan upacara adat,” katanya.

Terkait Pemalangan oleh masyarakat, Raja Petuanan Kaiely, Fandi Wael yang berhasil dikonfirmasi media ini mengaku kalau  masuknya perusahaan tersebut sudah diketahui oleh pemerintah, masyarakat, para tua-tua adat dan dirinya selaku raja petuanan Kaiely.

Menurutnya, aksi palang itu mungkin karena adanya kurangnya komunikasi antara Kapsodin bersama kepala kepala So’a.  serta dirinya mengaku tidak mengetahui ada pemalangan oleh masyarakat.

Menurutnya, dalam MoU antara Perangkat adat dan PT.OGI telah diketahui pimpinan tertinggi di petuanan Kaiely untuk membubuhi tanda tangan maka MoU ditanda tangani Fandi Wael selaku raja.

Ditambahkan perusahaan telah duduk bersama dengan pemilik lahan sebelum dilakukan eksplorasi. (Tam)

 

SirimauPos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Dilindungi !