SirimauPos
SirimauPos

Sosialisasi Hidroponik Jadi Program Unggulan Dharma Wanita FKIP

AMBON, Sirimaupos. com– Dharma Wanita Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar sosialisasi dan pelatihan hidroponik dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, (12/12/2025) di lingkungan kampus FKIP Unpatti.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Bidang Ekonomi Dharma Wanita FKIP Unpatti tahun 2025. Program ini dirancang sebagai respons atas tantangan keterbatasan lahan pertanian, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kota Ambon.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian Kota Ambon, yakni Kepala Seksi Pembenihan dan Perlindungan Tanaman, John E Nanuru. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan teknologi hidroponik, teknik dasar penanaman, hingga peluang pengembangan hasil panen.

Ketua Dharma Wanita FKIP Unpatti, Prof Dr Hermalina Sinay, M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi anggota Dharma Wanita, khususnya kaum ibu.

“Program sosialisasi hidroponik ini adalah salah satu program kerja yang digagas melalui rapat kerja Dharma Wanita FKIP Unpatti tahun 2025, khususnya Bidang Ekonomi,” kata Ketua Dharma Wanita FKIP, Hermalina Sinay.

Ia menjelaskan, perubahan dinamika zaman turut membawa pergeseran dalam bidang pertanian. Sistem pertanian konvensional kini mulai dilengkapi dengan teknologi modern seperti hidroponik yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi keterbatasan lahan.

“Kita berada pada zaman dengan dinamika perubahan yang sangat cepat, termasuk dalam bidang pertanian. Hidroponik diinisiasi untuk menjawab persoalan keterbatasan ruang dan lahan, terutama di daerah perkotaan,” kata Hermalina Sinay.

Menurutnya, meskipun hidroponik berkembang lebih awal di kota-kota besar, Kota Ambon kini menghadapi tantangan serupa terkait ketersediaan lahan. Oleh karena itu, penerapan sistem hidroponik dinilai relevan dan strategis.

“Dengan sistem pertanian modern hidroponik ini, diharapkan siapapun dapat bertanam meskipun tidak memiliki lahan yang luas,” kata Hermalina Sinay.

Sementara itu, narasumber dari Dinas Pertanian Kota Ambon menekankan pentingnya hidroponik sebagai alternatif pertanian keluarga yang sehat dan berkelanjutan. Sistem ini memungkinkan produksi sayuran yang higienis, terkontrol, dan bebas dari kontaminasi berbahaya.

“Melalui hidroponik, masyarakat dapat menghasilkan sayuran yang steril dan sehat untuk konsumsi keluarga, karena proses penanamannya dapat dikontrol dengan baik,” kata Kepala Seksi Pembenihan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Kota Ambon, John E Nanuru.

Ia menambahkan, hidroponik tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memiliki potensi ekonomi jika dikembangkan secara serius dan berkelanjutan.

“Jika dikelola dengan baik, hasil hidroponik bisa dikomersialkan dan menjadi sumber tambahan penghasilan bagi keluarga, khususnya ibu-ibu,” kata John E Nanuru.

Kegiatan ini juga diisi dengan praktik langsung penggunaan peralatan hidroponik, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan aplikatif. Hal ini diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan keluarga.

Dharma Wanita FKIP Unpatti berharap pelatihan ini menjadi langkah awal pengembangan pertanian rumah tangga berbasis teknologi di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi, program ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian Kota Ambon, Dharma Wanita FKIP Unpatti menegaskan perannya sebagai agen perubahan sosial yang aktif mendorong inovasi, pemberdayaan perempuan, dan ketahanan pangan di tingkat keluarga.(*)


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.

© Hak Cipta SirimauPos.com. Dilindungi Undang-Undang

error: Konten Dilindungi !