SirimauPos
SirimauPos

Pengasuh Sekolah Minggu GPM yang Setia Melayani Selama 28 Tahun Raih Guru Besar di Bidang Perlindungan dan Kesehatan Hutan di Unpatti

Ambon, SirimauPos. com — Dedikasi panjang dalam pelayanan gerejawi dan pengabdian di dunia akademik akhirnya berbuah manis, Prof. Dr. Ir. Fransina Latumahina, S. Hut.M.P IPU. ASEAN ENG Seorang Pengasuh Sekolah Minggu Gereja Protestan Maluku (GPM) di Sektor Betlehem Jemaat Passo Anugerah Klasis Pulau Ambon Timur yang telah setia melayani dan mengajar anak-anak Sekolah Minggu selama 28 tahun, resmi meraih jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar di bidang Perlindungan dan Kesehatan Hutan pada Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon yang dikukuhkan Senin (29/12/2025) ini oleh Rektor dalam Rapat Senat Unpatti.

Selama lebih dari dua setengah dekade, Latumahina dikenal konsisten membina iman dan karakter anak-anak melalui pelayanan Sekolah Minggu GPM. Ketekunan, kesabaran, serta keteladanan dalam mengajarkan nilai kasih, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama menjadi bagian tak terpisahkan dari pelayanan tersebut. Latumahina telah melayani sejak 16 April 1996 setelah diteguhkan sebagai warga sidi gereja di Jemaat Passo kala itu.

Di sisi lain, kiprah Latumahina di dunia akademik khususnya pada Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian menunjukkan prestasi yang tidak kalah gemilang. Melalui riset dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan, ia menekuni bidang perlindungan dan kesehatan hutan, dengan fokus pada ekosistem hutan di wilayah kepulauan, hutan rakyat, serta hutan mangrove di Maluku. Keilmuannya dinilai sangat relevan dalam menjawab tantangan kerusakan lingkungan, perubahan iklim, dan ketahanan pangan saat ini. Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr.F. Lewakabessy,S. Pd. M.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian kelima orang guru besar dihari ini dan menegaskan bahwa kehadiran Guru Besar ini memperkuat posisi Unpatti sebagai pusat pengembangan ilmu kehutanan di kawasan timur Indonesia. “Ini adalah contoh nyata akademisi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam nilai dan pengabdian,” ujarnya. Pencapaian Latumahina menjadi teladan bagi warga gereja bahwa kesetiaan dalam pelayanan, sekecil apa pun, memiliki makna besar dan dapat berjalan seiring dengan pencapaian keberhasilan tertinggi. Dengan diraihnya jabatan Guru Besar ini, diharapkan kontribusi keilmuan di bidang perlindungan dan kesehatan hutan semakin berdampak luas, sekaligus menginspirasi anak-anak Sekolah Minggu, generasi muda gereja, dan masyarakat Maluku untuk mencintai alam sebagai bagian dari tanggung jawab iman dalam kehidupan serta setia pada perkara – perkara kecil untuk mendapat perkara – perkara besar dari Tuhan.(*)


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.