SirimauPos
SirimauPos

Negeri Liang Pintu Masuk Tiga Kabupaten, Raja Tekankan Kamtibmas Jelang Nataru 2025

AMBON, SIRIMAU POS,— Negeri Liang kembali menegaskan perannya sebagai salah satu wilayah strategis di Provinsi Maluku. Selain dikenal sebagai destinasi pariwisata unggulan, Negeri Liang juga menjadi pintu masuk utama bagi tiga wilayah administrasi, yakni Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kabupaten Maluku Tengah, dan Kota Ambon.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, Raja Negeri Liang, Taslim Samual, menghimbau seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Himbauan ini disampaikan sebagai langkah preventif guna memastikan situasi tetap kondusif di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan arus wisatawan.
Secara geografis, Negeri Liang berada pada jalur strategis yang menghubungkan beberapa kabupaten dan kota di Maluku. Kondisi ini menjadikan Liang tidak hanya sebagai kawasan transit, tetapi juga sebagai etalase awal yang mencerminkan stabilitas dan kenyamanan daerah bagi pendatang.
Taslim Samual menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi faktor kunci dalam menjaga citra Negeri Liang, terutama saat momentum hari besar keagamaan dan libur akhir tahun. Situasi yang aman dan tertib dinilai akan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat lokal maupun pengunjung.
“Negeri Liang ini adalah pintu masuk tiga kabupaten, sehingga keamanan dan ketertiban menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga,” kata Raja Negeri Liang, Taslim Samual.
Ia menambahkan, selain sebagai jalur strategis, Negeri Liang juga memiliki potensi besar di sektor pariwisata, khususnya wisata pantai. Pantai Liang selama ini dikenal luas sebagai salah satu destinasi favorit di Maluku, baik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Menurut Samual, keharmonisan sosial dan situasi kondusif akan berdampak langsung pada peningkatan arus wisata. Hal tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat serta memperkuat pendapatan negeri dari sektor pariwisata.
“Kalau situasi aman dan harmonis, wisatawan akan datang dengan sendirinya. Ini sangat penting untuk mendorong perekonomian masyarakat dan pendapatan negeri,” kata Raja Negeri Liang, Taslim Samual.
Dalam konteks pembangunan, Pemerintah Negeri Liang juga telah mengusulkan peningkatan infrastruktur penunjang pariwisata. Salah satu fokus utama adalah perbaikan jalan di kawasan wisata Pantai Liang yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Samual menjelaskan bahwa usulan pembangunan infrastruktur tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah serta Pemerintah Provinsi Maluku. Perbaikan akses jalan diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
“Kami sudah mengusulkan perbaikan infrastruktur jalan di kawasan pariwisata Pantai Liang melalui pemerintah kabupaten dan provinsi,” ujar Raja Negeri Liang, Taslim Samual.
Selain infrastruktur, Pemerintah Negeri Liang juga mengelola sistem pendapatan dari sektor pariwisata. Salah satunya melalui penerapan karcis masuk kawasan wisata yang hasilnya dimasukkan ke dalam kas negeri untuk mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian fiskal negeri, sekaligus memastikan bahwa pengelolaan pariwisata memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Dengan posisi strategis, potensi pariwisata yang besar, serta rencana pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, Negeri Liang diharapkan mampu menjadi contoh kawasan yang aman, tertib, dan berdaya saing di Maluku. Himbauan menjaga kamtibmas menjelang Natal dan Tahun Baru 2025 menjadi penegasan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan kemajuan daerah.


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.