SirimauPos
SirimauPos

Fakultas ISIP Unpatti Bekali Mahasiswa Baru dengan Literasi Manajemen Keuangan

AMBON, SIRIMAU POS — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura (Unpatti) menempatkan literasi dan manajemen keuangan sebagai salah satu bekal penting bagi mahasiswa baru sebelum memasuki kehidupan akademik.

Edukasi tersebut diberikan dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang berlangsung di Aula Kampus FISIP Unpatti, Rabu (19/8).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pihak yang dinilai memiliki kompetensi dalam memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, yakni Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Kolaborasi tersebut diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori pengelolaan uang, tetapi juga memperoleh gambaran praktis mengenai risiko dan peluang dalam mengelola keuangan.

Dekan FISIP Unpatti, Wahab Tuanaya, mengatakan edukasi tersebut penting karena mahasiswa mulai memasuki fase kehidupan yang menuntut kemandirian, termasuk dalam mengambil keputusan terkait penggunaan uang.

Menurutnya, uang yang dimiliki mahasiswa selama menjalani pendidikan harus dikelola secara terukur dan tidak digunakan untuk aktivitas yang justru dapat merugikan masa depan.
“Tujuan kami menghadirkan narasumber dari LPS, OJK dan pelaku UMKM ini untuk memberikan bekal kepada mahasiswa agar terhindar dari judi online dan pinjaman online ilegal, sehingga keuangan yang diberikan kepada mahasiswa selama kuliah dapat dimanfaatkan dengan baik,” kata Dekan FISIP Unpatti, Wahab Tuanaya.

Menurut Wahab, ancaman judi online dan pinjaman online ilegal menjadi persoalan yang perlu diantisipasi sejak dini melalui edukasi.

Mahasiswa sebagai kelompok yang mulai mengelola kebutuhan secara lebih mandiri perlu memiliki kemampuan membedakan layanan keuangan legal dan ilegal serta memahami konsekuensi dari setiap keputusan finansial yang diambil.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak hanya digelar di tingkat fakultas, tetapi juga dapat dilaksanakan di tingkat universitas sehingga sebaran informasinya lebih luas dan mahasiswa mendapatkan pemahaman yang sama,” kata Wahab Tuanaya.

Pelibatan pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut juga memberikan perspektif berbeda bagi mahasiswa. Selain memahami cara mengelola keuangan pribadi, mahasiswa dapat melihat praktik pengelolaan usaha secara langsung, termasuk pentingnya perencanaan, disiplin penggunaan modal, serta kemampuan membaca peluang ekonomi.

Dalam konteks kehidupan mahasiswa, kemampuan mengelola keuangan menjadi bagian dari kecakapan hidup yang tidak kalah penting dari kemampuan akademik. Pengeluaran untuk kebutuhan kuliah, transportasi, tempat tinggal, makanan, hingga kebutuhan sosial membutuhkan perencanaan agar tidak menimbulkan tekanan keuangan.

Edukasi sejak masa PKKMB diharapkan dapat membentuk kebiasaan finansial yang lebih sehat.
FISIP Unpatti menilai pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi, regulator sektor keuangan dan pelaku usaha menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya diarahkan menjadi pengguna produk keuangan, tetapi juga diharapkan mampu bersikap kritis sebelum mengambil keputusan finansial.

Melalui kegiatan tersebut, FISIP Unpatti menegaskan bahwa memasuki dunia perguruan tinggi bukan hanya soal kesiapan akademik.

Mahasiswa juga membutuhkan kemampuan mengelola kehidupan secara mandiri, termasuk memastikan setiap sumber daya keuangan digunakan secara bertanggung jawab, produktif dan tidak terjebak dalam praktik keuangan ilegal maupun aktivitas yang berisiko merusak masa depan.(*)


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.

© Hak Cipta SirimauPos.com. Dilindungi Undang-Undang

error: Konten Dilindungi !