AMBON, SIRIMAU POS — Minat komunitas pemuda di Maluku terhadap investasi pasar modal menunjukkan tren yang semakin positif. Perkembangan tersebut terungkap dalam pemaparan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Maluku pada kegiatan Media Gathering yang berlangsung di Biz Hotel, Senin (24/8/2026).
Forum yang mengusung tema “Sinergi Cerdas Media dan Bursa Efek Indonesia Wujudkan Literasi Pasar Modal yang Berkualitas dan Inklusif di Maluku” itu menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan kolaborasi antara BEI dan insan pers dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi pasar modal.
PLT Kepala BEI Kantor Perwakilan Maluku, Rahma Salampessy, memaparkan bahwa pertumbuhan investor pasar modal di Maluku terus menunjukkan perkembangan signifikan. Dalam pemaparan tersebut disebutkan pertumbuhan investor mencapai 43 persen, sebuah angka yang mencerminkan semakin besarnya perhatian masyarakat terhadap instrumen investasi formal.
“Pertumbuhan investor di Maluku menunjukkan tren yang positif. Ini menjadi indikator bahwa masyarakat, termasuk generasi muda, mulai memahami dan tertarik terhadap pasar modal,” kata PLT Kepala BEI Kantor Perwakilan Maluku, Rahma Salampessy.
Perubahan pola akses investasi menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan tersebut. Kemudahan pembukaan rekening efek, tersedianya berbagai platform digital, serta akses transaksi secara daring membuat investasi pasar modal tidak lagi identik dengan aktivitas yang hanya dapat dilakukan oleh kalangan tertentu.
Kondisi itu semakin membuka ruang bagi generasi muda. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, investor berusia 18–36 tahun mencapai sekitar 38 persen. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kelompok usia produktif mulai mengambil bagian lebih besar dalam ekosistem pasar modal.
Fenomena tersebut dinilai penting karena kelompok usia muda merupakan segmen masyarakat yang relatif dekat dengan teknologi digital. Investasi yang dapat diakses melalui perangkat telepon pintar memberikan kemudahan bagi mereka untuk memantau portofolio, memperoleh informasi, hingga melakukan transaksi secara online.
Di Kota Ambon, perkembangan tersebut juga terlihat cukup kuat. Data yang dipaparkan BEI Perwakilan Maluku mencatat terdapat 11.671 investor, atau sekitar 51 persen dari basis investor yang menjadi rujukan dalam pemaparan tersebut. Angka ini menempatkan Ambon sebagai salah satu pusat pertumbuhan aktivitas pasar modal di Maluku.
Secara keseluruhan, data BEI Perwakilan Maluku juga mencatat 42.270 investor berdasarkan klasifikasi profesi. Data tersebut memperlihatkan bahwa pasar modal mulai menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas dan tidak hanya terkonsentrasi pada profesi tertentu.
Namun, pertumbuhan jumlah investor tidak otomatis berarti seluruh masyarakat telah memiliki pemahaman investasi yang memadai. Pertambahan investor harus diikuti dengan peningkatan kualitas literasi agar masyarakat mampu membedakan investasi jangka panjang, aktivitas perdagangan saham, risiko, serta berbagai karakteristik instrumen pasar modal.
Dalam konteks itu, Rahma menjelaskan pentingnya membedakan investasi saham dengan aktivitas trading. Investasi saham pada prinsipnya diarahkan untuk kepemilikan dan pengembangan nilai dalam jangka panjang, sementara trading lebih berorientasi pada aktivitas jual beli untuk memperoleh keuntungan dari pergerakan harga.
“Investasi saham adalah membeli saham untuk jangka panjang, sedangkan trading merupakan aktivitas jual beli saham untuk mencari keuntungan dari pergerakan harga,” jelas Rahma.
Penjelasan tersebut menjadi penting di tengah meningkatnya ketertarikan anak muda terhadap pasar modal. Kemudahan akses digital memang menjadi keunggulan, tetapi sekaligus membawa tantangan karena investor pemula dapat dengan cepat melakukan transaksi tanpa terlebih dahulu memahami risiko yang melekat pada instrumen investasi.
Karena itu, BEI Perwakilan Maluku tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah investor, tetapi juga memperluas kegiatan edukasi. Dalam agenda yang dipaparkan, BEI menargetkan lebih dari 52.000 investor pasar modal dan BEI membangun enam galeri investasi baru, serta melaksanakan 127 kegiatan edukasi dengan sasaran ribuan peserta.
Program edukasi tersebut diarahkan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pasar modal secara lebih inklusif. BEI juga menyebut capaian peserta kegiatan edukasi telah mencapai sekitar 8.000 orang, melampaui angka sasaran awal yang disebutkan dalam pemaparan kegiatan.
Penguatan literasi menjadi semakin strategis karena pasar modal tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memperoleh keuntungan, tetapi juga kemampuan mengelola risiko.
Investor harus memahami bahwa setiap keputusan investasi memiliki konsekuensi dan tidak ada instrumen investasi yang memberikan keuntungan tanpa risiko.
Di sisi lain, peran media dinilai penting dalam membangun ekosistem informasi pasar modal yang sehat. Media bukan hanya menjadi saluran publikasi kegiatan BEI, tetapi juga dapat berfungsi sebagai jembatan informasi yang membantu masyarakat memahami istilah, mekanisme, peluang, serta risiko investasi secara objektif.
Media Gathering yang diikuti wartawan mitra BEI Perwakilan Maluku tersebut diselenggarakan sebagai agenda tahunan. Forum ini sekaligus memperkuat komunikasi antara BEI dan media agar informasi pasar modal yang diterima masyarakat tidak berhenti pada promosi investasi, tetapi juga memberikan edukasi yang berimbang.
Dengan pertumbuhan investor sebesar 43 persen, meningkatnya proporsi investor usia muda, serta bertambahnya akses digital, pasar modal Maluku menghadapi momentum penting.
Tantangannya kini bukan sekadar bagaimana menambah jumlah investor, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut dibarengi peningkatan kualitas literasi, kedisiplinan berinvestasi, dan pemahaman terhadap risiko.
Bagi komunitas pemuda Maluku, perkembangan itu membuka peluang untuk menjadikan pasar modal sebagai salah satu instrumen pengelolaan keuangan jangka panjang.
Namun, peluang tersebut harus dibarengi pengetahuan yang memadai agar keputusan investasi tidak semata didorong tren, ajakan media sosial, atau ekspektasi keuntungan cepat.
BEI Perwakilan Maluku bersama media dan berbagai pemangku kepentingan kini dituntut menjaga momentum tersebut
Target 52.000 investor, penambahan enam galeri investasi, dan ratusan kegiatan edukasi menjadi pekerjaan yang harus diikuti dengan kualitas pembinaan. Sebab, keberhasilan pasar modal di Maluku pada akhirnya tidak hanya diukur dari berapa banyak rekening investor yang dibuka, tetapi dari seberapa cerdas masyarakat mengambil keputusan investasi.(“)




