AMBON, Sirimaupos.com — Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Universitas Pattimura (Unpatti) yang berlangsung di Aula Rektorat kampus Unpatti Ambon, Kamis (9/4/2026), menyoroti evaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus membahas pelaksanaan program dan anggaran tahun 2026 serta perencanaan anggaran tahun 2027.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, serta pimpinan lembaga dalam lingkup Unpatti. Rapim menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan institusi di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
Rektor Unpatti, Freddy Leiwakabessy, menjelaskan bahwa rapat tersebut difokuskan pada empat agenda utama yang menjadi prioritas pengembangan perguruan tinggi ke depan, khususnya berbasis capaian indikator kinerja utama (IKU).
“Tujuan rapat ini adalah melakukan diskusi bersama terhadap empat hal utama, yakni evaluasi kinerja 2025, penyesuaian program tahun berjalan 2026, penyusunan anggaran 2027, serta langkah-langkah strategis pengembangan kampus,” kata Freddy Leiwakabessy.
Ia menegaskan, evaluasi kinerja 2026 menjadi penting karena seluruh capaian institusi kini harus berbasis pada indikator kinerja utama yang telah dikontrakkan dengan kementerian, baik untuk aspek akademik maupun keuangan.
“Rektor telah menandatangani kontrak kinerja dengan kementerian, sehingga seluruh unit kerja juga harus menyesuaikan dan memastikan target-target tersebut dapat dicapai,” ujar Freddy.
Memasuki triwulan kedua tahun 2026, Unpatti juga melakukan penyesuaian terhadap pelaksanaan program dan anggaran. Hal ini tidak terlepas dari kondisi ekonomi global serta kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat yang berdampak langsung pada pengelolaan keuangan perguruan tinggi.
“Pada triwulan kedua ini kita melakukan penyesuaian karena adanya efisiensi, termasuk pembatasan perjalanan dinas hingga 50 persen untuk dalam negeri dan 70 persen untuk luar negeri,” katanya.
Selain itu, Rapim juga menjadi momentum awal untuk menyusun rancangan anggaran pendapatan dan belanja tahun 2027. Penyusunan ini harus dilakukan lebih dini mengingat tenggat waktu pengajuan yang ditetapkan pemerintah.
“Format anggaran 2027 harus sudah disiapkan paling lambat pertengahan tahun berjalan, sehingga kita perlu mengantisipasi sejak sekarang,” jelas Freddy.
Dalam aspek strategi, Unpatti juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dunia industri, dunia usaha, pemerintah, maupun mitra internasional, guna mewujudkan konsep “kampus berdampak”.
“Kerja sama internal dan eksternal sangat penting agar program-program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Unpatti juga meluncurkan Badan Usaha Bisnis Akademik dan Non Akademik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian keuangan institusi dalam skema Badan Layanan Umum (BLU).
Freddy mengungkapkan bahwa Unpatti ditargetkan mampu menghasilkan pendapatan non-UKT sebesar 35 persen dari total anggaran, sebagai konsekuensi dari status pengelolaan keuangan BLU.
“Kita harus mencapai target pendapatan non-UKT sebesar 35 persen. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan unit usaha dan kerja sama strategis,” katanya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Rapim Unpatti diharapkan mampu memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kinerja akademik dan non-akademik, serta memastikan keberlanjutan pengembangan universitas di tengah tantangan global.(*)
Rakerpim Unpatti Evaluasi Kinerja dan Luncurkan Badan Usaha Baru









