SirimauPos
SirimauPos

Welem Kurnala Fasilitasi SIM dan Usaha Ojek untuk Nelayan di MALRA

AMBON, SIRIMAU POS — Anggota DPRD Maluku Welem Kurnala menunjukkan langkah konkret dalam membantu masyarakat pesisir dengan menyalurkan bantuan kepada sejumlah nelayan di wilayah Maluku Tenggara. Bantuan tersebut difokuskan pada upaya menjaga keberlangsungan ekonomi nelayan yang terdampak perubahan musim, khususnya saat musim timur yang identik dengan gelombang tinggi.
Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi riil yang dihadapi nelayan, di mana aktivitas melaut sangat bergantung pada musim. Pada musim barat, nelayan masih dapat mencari ikan, namun saat musim timur datang, sebagian besar tidak dapat melaut akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Situasi tersebut berdampak langsung pada pendapatan nelayan yang cenderung terhenti selama periode tersebut. Akibatnya, banyak keluarga nelayan mengalami kesulitan ekonomi, terlebih di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi yang tercatat berada di kisaran 3,5 persen.
“Masalah utama nelayan itu ketika musim timur, mereka tidak bisa melaut sehingga tidak ada pemasukan. Ini yang harus kita carikan solusi bersama,” kata Welem Kurnala.
Sebagai bentuk intervensi, Kurnala tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga mendorong diversifikasi pekerjaan bagi nelayan. Salah satu langkah yang diambil adalah membantu biaya pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) serta memberikan dukungan uang muka untuk kendaraan bermotor.
Langkah ini bertujuan agar nelayan memiliki alternatif pekerjaan, seperti menjadi pengemudi ojek, saat tidak dapat melaut. Dengan demikian, mereka tetap memiliki sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Selain menjadi nelayan, mereka juga harus punya pekerjaan lain saat musim ombak. Misalnya jadi ojek atau usaha kecil lain yang bisa menopang hidup,” kata Welem.
Program pemberdayaan ini dinilai sebagai solusi jangka pendek sekaligus strategi adaptasi terhadap kondisi geografis dan cuaca yang tidak menentu di wilayah Maluku. Selain itu, pendekatan ini juga membuka peluang peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir.
Kurnala menegaskan bahwa persoalan nelayan bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Ia berharap langkah ini dapat menjadi model intervensi yang berkelanjutan.
Dengan adanya program ini, diharapkan para nelayan di Maluku Tenggara tidak lagi sepenuhnya bergantung pada hasil laut, melainkan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat melalui diversifikasi sumber pendapatan.(*)


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.

© Hak Cipta SirimauPos.com. Dilindungi Undang-Undang

error: Konten Dilindungi !