SirimauPos
SirimauPos

Oce Borlak Pertanyakan Kewenangan Elly Toisuta, Penggantian Ketua DPC dengan PLT Disorot

MUSDA GOLKAR AMBON MEMANAS, LIMA KETUA DPC NGAMUK DI DEPAN RUANG SIDANG

AMBON — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Ambon, Sabtu (10/10/2026), diwarnai ketegangan. Lima Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan (DPC) dilaporkan meluapkan kemarahan di depan ruang Musda, mempersoalkan pergantian posisi mereka dengan pelaksana tugas (PLT).

Kelima Ketua DPC tersebut berasal dari Kecamatan Nusaniwe, Sirimau, Baguala, Teluk Ambon, dan Leitimur. Mereka mempertanyakan proses pergantian kepengurusan yang dinilai bermasalah karena berlangsung menjelang Musda.

Ketegangan ini menambah sorotan terhadap dinamika internal Partai Golkar Kota Ambon. Pelaksanaan Musda yang semestinya menjadi forum konsolidasi organisasi justru diwarnai protes dari sejumlah pimpinan di tingkat kecamatan.

Ketua DPC Golkar Kecamatan Baguala, Oce Borlak, secara tegas mempertanyakan kewenangan Elly Toisuta dalam menggantikan para Ketua DPC dengan PLT.

Menurut Oce, persoalan mendasar yang perlu dijelaskan adalah dasar dan alasan pergantian tersebut. Ia mempertanyakan apakah langkah itu dilakukan berdasarkan mekanisme organisasi dan kebutuhan konsolidasi partai, atau justru berkaitan dengan kepentingan dukungan dalam Musda.

Pergantian Ketua DPC dengan PLT menjelang Musda menjadi persoalan sensitif karena kepengurusan di tingkat kecamatan memiliki posisi strategis dalam konsolidasi dan dinamika pengambilan keputusan organisasi.

Dugaan Kepentingan Dukungan Musda

Oce mempersoalkan dugaan bahwa penunjukan PLT digunakan untuk memengaruhi arah dukungan dalam Musda. Namun, dugaan tersebut perlu diuji melalui penjelasan pihak-pihak terkait serta dokumen resmi yang menjadi dasar pergantian kepengurusan.

Jika pergantian itu memang dilakukan untuk mengarahkan dukungan kepada pihak tertentu, persoalan tersebut berpotensi memunculkan pertanyaan serius mengenai independensi kader, kepatuhan terhadap aturan organisasi, dan legitimasi proses Musda.

Karena itu, penjelasan terbuka dari pihak yang mengambil keputusan menjadi penting agar polemik tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan di internal partai.

Musda di Tengah Gejolak Internal

Protes lima Ketua DPC memperlihatkan adanya persoalan internal yang perlu diselesaikan melalui mekanisme organisasi. Musda bukan hanya soal memilih kepemimpinan baru, melainkan juga menguji kemampuan partai menjaga prosedur, keterbukaan, dan kepercayaan kader.

Hingga berita ini disusun, penjelasan resmi Elly Toisuta mengenai dasar pergantian lima Ketua DPC tersebut belum tersedia dalam bahan pemberitaan ini.

Publik dan kader Golkar kini menanti kejelasan: apakah pergantian kepengurusan itu telah sesuai dengan aturan partai, atau justru menjadi sumber polemik yang membayangi pelaksanaan Musda Golkar Kota Ambon.(*)


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.

© Hak Cipta SirimauPos.com. Dilindungi Undang-Undang

error: Konten Dilindungi !