SirimauPos
SirimauPos

FKIP Unpatti Dorong Digitalisasi Pembelajaran Green Moluccas dengan Teknologi AR

AMBON, SIRIMAUPOS.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti) mendorong transformasi pembelajaran di komunitas Green Moluccas melalui pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) dan Learning Management System (LMS).

Program bertajuk “Digitalisasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal pada Komunitas Pengajar Green Moluccas melalui Pengembangan Media Augmented Reality” tersebut berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026 di Kota Ambon.

Program menyasar guru relawan Sekolah Alam dan siswa dari kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan melibatkan dosen dan mahasiswa FKIP Unpatti. Tim dipimpin Dr. Christi Matitaputty, S.Pd., M.Pd., bersama Jusak Patty, S.Pd., M.Pd., Izak Jacobis Makulua, S.Pd., M.Pd., Andin Magfirah Salampessy, Maria Makaria Rumlus, Jehezkiel Samuel Lampung, Clarisa Fransina Watloly, dan Florentine Gratia Pattiasina.

Teknologi untuk Perluas Akses Pembelajaran

Program ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan model pembelajaran yang lebih adaptif bagi komunitas pengajar dan siswa Green Moluccas.

Keterbatasan akses terhadap sumber belajar dan fasilitas pendidikan menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif.

Tim PkM FKIP Unpatti kemudian memperkenalkan pemanfaatan teknologi AR sebagai media pembelajaran yang memungkinkan materi disajikan secara lebih interaktif dan kontekstual.

Teknologi tersebut dipadukan dengan LMS sebagai ruang pembelajaran digital. Melalui integrasi keduanya, guru relawan tidak hanya memperoleh alternatif media pembelajaran, tetapi juga didorong untuk mengembangkan pola pembelajaran yang dapat diakses secara lebih fleksibel.

Pendekatan ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat kapasitas guru relawan dalam memanfaatkan teknologi digital dalam proses belajar-mengajar.

Kearifan Lokal Jadi Materi Pembelajaran

Salah satu aspek penting dalam program tersebut adalah pengembangan media pembelajaran yang mengangkat kearifan lokal Maluku.

Pemanfaatan konteks lokal membuat teknologi tidak sekadar digunakan sebagai instrumen digital, tetapi menjadi sarana untuk memperkenalkan lingkungan, budaya, dan pengetahuan lokal kepada peserta didik melalui metode yang lebih menarik.

AR memungkinkan objek atau materi pembelajaran tertentu divisualisasikan secara interaktif sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan pembelajaran konvensional.

Dalam konteks komunitas Green Moluccas, pendekatan tersebut diarahkan untuk menjembatani teknologi digital dengan realitas kehidupan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Guru Relawan Diperkuat

Program PkM juga memberikan perhatian pada peningkatan kapasitas guru relawan.

Guru tidak hanya diperkenalkan pada penggunaan media AR, tetapi juga diarahkan memahami bagaimana teknologi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam rancangan pembelajaran.

Sementara itu, LMS digunakan untuk membantu pengelolaan materi, aktivitas pembelajaran, serta interaksi antara pengajar dan siswa dalam lingkungan digital.

Keterlibatan mahasiswa FKIP dalam program tersebut juga menjadi bagian dari proses kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Mahasiswa mendapatkan pengalaman menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kampus dalam konteks nyata, sementara komunitas memperoleh dukungan dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi.

Pendidikan Inklusif Berbasis Teknologi

Program digitalisasi pembelajaran ini memiliki relevansi dengan upaya memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan fasilitas pembelajaran.

Penggunaan teknologi digital membuka peluang agar sumber belajar dapat dikembangkan dan digunakan dengan lebih fleksibel, sesuai dengan kondisi komunitas.

Namun, penerapan teknologi tetap membutuhkan pendampingan. Karena itu, program tidak hanya berorientasi pada pengenalan perangkat atau aplikasi, tetapi juga pada peningkatan kemampuan pengajar dalam menggunakannya secara berkelanjutan.

Tim PkM FKIP Unpatti mendorong agar teknologi yang diperkenalkan dapat terus digunakan setelah program berakhir.

Dengan demikian, hasil program tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi praktik pembelajaran yang diterapkan secara rutin oleh komunitas pengajar Green Moluccas.

Unpatti Perkuat Hilirisasi Pendidikan

Program tersebut sekaligus memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, guru relawan, dan komunitas menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang memanfaatkan teknologi sekaligus tetap berpijak pada konteks lokal.

Pemanfaatan AR dan LMS diharapkan dapat membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, sekaligus memperkuat kemampuan pengajar dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.

Bagi komunitas Green Moluccas, digitalisasi pembelajaran juga menjadi peluang untuk memperluas akses terhadap sumber belajar dan menghadirkan metode pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.

Program yang berlangsung Juni hingga Agustus 2026 tersebut pada akhirnya diarahkan bukan hanya untuk memperkenalkan teknologi, tetapi membangun kapasitas masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pendidikan secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan berbasis kearifan lokal, FKIP Unpatti mendorong agar transformasi digital dalam pendidikan tidak menghilangkan identitas daerah, melainkan menjadikan kekayaan lokal sebagai bagian dari sumber belajar yang relevan bagi generasi muda Maluku.


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.

© Hak Cipta SirimauPos.com. Dilindungi Undang-Undang

error: Konten Dilindungi !