SirimauPos
SirimauPos

Pasar Mardika Dikepung Sampah dan Macet, Komitmen Walikota Ambon Dipertanyakan

AMBON, SIRIMAUPOS — Kawasan Pasar Mardika kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Pusat roda ekonomi Kota Ambon ini tidak hanya semrawut, tetapi telah berubah menjadi bom waktu bagi kesehatan masyarakat. Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, dinilai gagal total dalam mengendalikan persoalan klasik penumpukan sampah dan carut-marut penataan pedagang.


​Berdasarkan pantauan langsung SirimauPos, Sabtu (30/5/2026) di lapangan, pemandangan kontras yang mengerikan terlihat jelas di jantung pasar. Timbunan sampah busuk yang menggunung tampak berbaur langsung dengan lapak-lapak para pedagang yang menjual makanan siap saji. Kondisi sanitasi yang buruk ini memicu kekhawatiran besar, lantaran lalat dan bakteri dengan mudah dapat mengkontaminasi makanan, yang pada akhirnya mengancam kesehatan masyarakat dengan berbagai serangan penyakit.

​Kondisi ini tentu sangat ironis jika menengok ke belakang. Pada awal masa jabatannya, Bodewin Wattimena sempat mencuri perhatian publik dengan menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap pengendalian sampah dan penertiban pedagang. Berbagai gebrakan awal sempat memicu optimisme warga kota. Sayangnya, ketegasan dan kepedulian tersebut dinilai hanya sekadar “hangat-hangat tahi ayam” alias berlangsung sebentar saja. Kini, komitmen tersebut tampaknya telah menguap tanpa bekas.
​Ketidakberdayaan pemerintah kota semakin telanjang ketika melihat pemanfaatan ruang publik di sekitar pasar. Lapak-lapak pedagang secara ilegal terus merangsek hingga memakan badan jalan, bahkan sampai menguasai atas Jembatan Mardika. Ironisnya, para petugas di lapangan terkesan menutup mata dan terlihat sama sekali tidak berdaya untuk melakukan penertiban. Pembiaran ini membuat kawasan Mardika menjadi wilayah yang seolah-olah tanpa hukum dan aturan.
​Dampak domino dari pembiaran ini tidak hanya merusak estetika dan kesehatan, tetapi juga melumpuhkan arus lalu lintas. Kemacetan parah masih menjadi “langganan tetap” yang harus ditelan pahit-pahit oleh warga Kota Ambon setiap harinya saat melewati kawasan tersebut. Kegagalan pengelolaan ini menjadi potret buram dari manajemen tata kota yang carut-marut di bawah kepemimpinan saat ini.
​Akar dari amburadulnya pengelolaan Pasar Mardika ini disinyalir kuat akibat kegagalan diplomasi birokrasi sang Walikota. Bodewin Wattimena dinilai gagal membangun komunikasi yang sinergis dan efektif dengan Pemerintah Provinsi Maluku terkait alih kelola Pasar Mardika. Padahal, pembagian wewenang tersebut telah ditegaskan secara jelas dalam regulasi yang berlaku. Akibat ego sektoral dan mandeknya komunikasi politik ini, Pasar Mardika akhirnya telantar tanpa kejelasan pengelolaan yang profesional.
​Masyarakat kini hanya bisa mengeluh dan menagih janji manis perubahan yang pernah didengungkan. Jika Pemerintah Kota Ambon terus mempertahankan sikap pasif dan tidak segera mengambil langkah ekstrem untuk membenahi Pasar Mardika, maka julukan Ambon Manise terancam tinggal sejarah, berganti menjadi kota yang tenggelam dalam kepungan sampah dan kemacetan.(*)


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.

© Hak Cipta SirimauPos.com. Dilindungi Undang-Undang

error: Konten Dilindungi !