banner 1080x1921
banner 1080x1921
SirimauPos

AXA MANDIRI AMBON KEMBALI “MENELAN KORBAN”

Ambon, Sirimaupos.com- Pihak Otorotas Jasa Keuangan (OJK)  diminta untuk mengambil tindakan tegas  dan mencabut izin operasional dari Asuransi AXA Mandiri yang dikelola oleh PT.Bank Mandiri Tbk.  Pasalnya sudah banyak nasabah di Kota Ambon yang merasa ditipu oleh asuransi tersebut.  Kebanyakan nasabah yang masuk di AXA Mandiri merupakan nasabah di Bank Mandiri yang kemudian diprospek oleh pihak AXA Mandiri untuk berinvestasi dengan janji keuntungan yang menggiurkan.

Namun para nasabah tidak diedukasi tentang kemungkinan rugi jika nilai tukar rupiah melemah.  Untuk tahun pertama nasabah didebet rekeningnya dengan ketentuan 20% untuk investasi dan 80% untuk premi asuransi sebagaimana asuransi umumnya.

SirimauPos

Demikian untuk tahun ke 2  nilai investasi sebesar 40%, tahun ke 3 sebesar 60%, tahun ke 4 sebesar 80% dan tahun ke 5 baru semua premi akan menjadi investasi  nasabah.

Jika dalam investasi tersebut nilai rupiah menguat maka nasabah bisa menarik keuntungan dari investasi tersebut.  Namun jika nilai rupiah melemah maka nilai investasi nasabah tersebut akan dipotong secara otomatis sesuai nilai tukar rupiah dehingga nasabah akan mengalami kerugian jika tidak segera menarik nilai investasinya.

Hal ini dialami oleh seorang pengusaha roti asal Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon bernama Ulfa Assagaff.  Assagaff merasa kecewa oleh asuransi AXA Mandiri Ambon karena nilai investasinya menjadi hilang hampir setengah selama 3 tahun menjadi nasabah

Dirinya, dijanjikan keuntungan Rp 700 Juta, malahan justru kehilangan 170 Juta di AXA Mandiri Ambon.

SirimauPos

Kepada wartawan, di Ambon, Selasa (19/9/2023) Assagaff mengaku, telah berinvestasi sejak tahun 2019 dengan jangka waktu selama 5 tahun. Namun setelah 3 tahun berjalan tidak ada keuntungan yang diperoleh malahan yang nilai investasinya berkurang hingga lima puluh persen.

Dikatakan, dalam periode tiga bulan dilakukan debet rekening oleh AXA Mandiri melalui rekening miliknya dimana  dirinya merasa ada kejanggalan  karena ada pendebetan yang cukup besar pada tahun 2022 yakni sebesar Rp 100 juta lebih sekaligus.

“Jadi awalnya ada saudara dari Bank Mandiri yang nawarin, katanya dari pada uangnya hanya disimpan di rumah, mending diinvestasikan di AXA Mandiri,”tuturnya.

Dia dijanjikan akan dikembalikan sebesar Rp. 700 juta, setelah 5 tahun berinvestasi. Namun , sejak jalan 3 tahun (2019-2022) berinvestasi, tiba-tiba uangnya dikembalikan secara sistem dari AXA Mandiri ke rekeningnya dan sudah berkurang sebanyak 50 persen, yaitu  dengan nilai nominal Rp 133 juta sementara nilai investasi yang sudah didebit me capai Rp 303 juta.

Ia  sudah berulang kali meminta penjelasan dari petugas yang namanya Nana, terkait raibnya uang di rekeningnya namun belum mendapatkan penjelasan yang memadai.

Dirinya menegaskan jika dalam waktu dekat pihak AXA Mandiri tidak mengembalikan dananya maka dirinya akan menempuh jalur hukum baik pidana maupun perdata. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Dilindungi !