AMBON, Sirimaupos.com – Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menegaskan komitmen institusinya untuk mewujudkan World Class University melalui percepatan akreditasi internasional bagi 18 program studi, penguatan kolaborasi global, peningkatan kualitas akademik, serta pengembangan riset strategis. Komitmen tersebut disampaikan kepada awak media usai Wisuda Universitas Pattimura Periode Juli 2026 yang berlangsung di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (29/7).
Menurut Fredy, internasionalisasi perguruan tinggi bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah strategis yang harus diwujudkan melalui langkah konkret agar Universitas Pattimura mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Seluruh unsur pimpinan, fakultas, hingga program studi didorong bergerak bersama mencapai target tersebut.
“Seorang pemimpin harus memiliki visi besar, tetapi visi itu harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin target World Class University bisa tercapai,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Sebagai implementasi visi tersebut, Universitas Pattimura menargetkan sebanyak 18 program studi mengikuti proses akreditasi internasional. Dokumen akreditasi dijadwalkan diunggah pada September 2026, sedangkan asesmen lapangan ditargetkan mulai berlangsung pada Oktober 2026. Lima program studi berasal dari Fakultas Perikanan pada bidang sains dan teknologi, sementara 13 lainnya berasal dari rumpun ilmu sosial dan humaniora, termasuk Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta sejumlah program studi lainnya.
Fredy menjelaskan, internasionalisasi tidak hanya diukur melalui akreditasi, tetapi juga melalui peningkatan standar akademik, perluasan kerja sama internasional, penguatan publikasi ilmiah bereputasi, internasionalisasi kurikulum, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pembangunan ekosistem riset dan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah maupun global.
Selain itu, Unpatti juga memfokuskan perhatian pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), terutama peningkatan tingkat penyerapan lulusan. Setiap tahun universitas tersebut meluluskan sekitar 5.000 mahasiswa, dengan target sekitar 80 persen atau sekitar 4.000 lulusan dapat bekerja, melanjutkan studi, maupun menjadi wirausaha.
“Dari sekitar 5.000 lulusan setiap tahun, target kami sekitar 4.000 lulusan dapat memenuhi tiga indikator tersebut, baik bekerja, melanjutkan studi, maupun menjadi wirausaha,” kata Fredy Leiwakabessy.
Untuk mendukung target tersebut, Universitas Pattimura terus memperkuat program pascasarjana, memperluas kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan BUMN, serta mengembangkan program kewirausahaan bagi mahasiswa. Sejumlah perusahaan dan BUMN juga secara rutin melakukan rekrutmen langsung di lingkungan kampus sehingga membuka peluang kerja yang lebih luas bagi para lulusan.
“Program kewirausahaan juga terus kami bina agar mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Fredy Leiwakabessy.
Dalam kesempatan yang sama, Fredy menegaskan bahwa Universitas Pattimura tetap menjalankan fungsi akademiknya melalui berbagai riset strategis, termasuk kajian mengenai Blok Masela dan Gunung Botak. Saat ini Unpatti dipercaya mengerjakan tiga kajian utama yang mencakup rantai pasok, ketahanan pangan, serta pengembangan sumber daya lokal dan vendor sebagai referensi ilmiah bagi penyusunan kebijakan pembangunan.
“Sebagai lembaga pendidikan dan riset, kami terbuka terhadap kerja sama dengan pemerintah maupun mitra lainnya. Kajian yang dilakukan tim ahli selalu berlandaskan metodologi ilmiah agar menghasilkan data yang objektif dan dapat menjadi referensi bagi pembangunan ke depan,” kata Fredy Leiwakabessy.
Pada pidato wisuda, Fredy juga mengingatkan 1.036 wisudawan agar terus menjadi pembelajar sepanjang hayat, menjaga integritas, menguasai teknologi, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Menurutnya, dunia saat ini bergerak cepat menuju era transformasi digital sehingga lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan nilai-nilai sosial dan budaya.
Ia menambahkan, Universitas Pattimura akan terus memperluas kolaborasi internasional, memperkuat kualitas pendidikan, mengembangkan inovasi berbasis potensi sumber daya alam berkelanjutan, serta membangun ekosistem akademik yang mampu menempatkan Unpatti sejajar dengan perguruan tinggi terbaik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui langkah tersebut, Unpatti optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai pusat keunggulan pendidikan tinggi di Kawasan Timur Indonesia sekaligus menghasilkan lulusan yang adaptif, berdaya saing global, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.(*)
Wisuda Juli 2026, Rektor Unpatti Paparkan Strategi Transformasi Kampus








