AMBON, SIRIMAUPOS— Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti) berhasil meraih predikat akreditasi “Unggul”, sebuah capaian strategis yang menandai peningkatan kualitas akademik dan tata kelola pendidikan tinggi di Maluku.

Status tertinggi dalam sistem akreditasi nasional itu menjadi bukti pengakuan terhadap mutu penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan prodi secara konsisten.
Pencapaian tersebut disyukuri dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di kampus FKIP Unpatti (Rabu 3/6/2026) yang dihadiri jajaran pimpinan universitas serta fakultas.
Hadir dalam kesempatan itu Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Dominggus Malle, M.Sc., Wakil Rektor bidang kemahasiswaan dan alumni Aida Kubangun, Wakil Rektor bidang perencanaan, kerja sama dan sistim informasi Dr Ruslan Tawari, Dekan FKIP Prof. Dr. Izaak. H. Wenno, S.Pd., M.Si., para wakil dekan, psra ketua lembaga dan para, Ketua Prodi dalam lingkup FKIP Unpatti.
Raihan akreditasi unggul menjadi kabar penting bagi dunia pendidikan tinggi di Maluku karena menunjukkan kemampuan institusi daerah dalam memenuhi standar mutu nasional yang semakin kompetitif. Keberhasilan ini juga menjadi modal penting bagi peningkatan reputasi Universitas Pattimura di tingkat nasional.
Ketua Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unpatti, Rini Pusparani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang telah terlibat dalam proses panjang menuju pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, alumni, hingga mahasiswa.
“Status akreditasi Unggul ini merupakan garansi mutu yang akan berdampak langsung pada masa depan mahasiswa. Lulusan dari prodi unggul dipastikan memiliki daya saing yang lebih tinggi, lebih maju, dan berkualitas saat terjun ke dunia kerja maupun masyarakat,” kata Ketua Prodi Pendidikan Sejarah, Rini Pusparani.
Secara substansi, akreditasi unggul tidak hanya menjadi indikator kualitas institusi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan lulusan. Predikat tersebut dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan yang diberikan serta memperluas peluang kerja dan pengembangan karier lulusan di berbagai sektor.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Dominggus Malle, menilai capaian Prodi Pendidikan Sejarah merupakan prestasi besar yang layak dijadikan contoh bagi program studi lainnya. Ia mengungkapkan bahwa hasil tersebut merupakan buah dari proses panjang yang telah dibangun secara berkelanjutan selama hampir dua dekade.
“Apa yang diraih oleh Prodi Sejarah merupakan contoh nyata bagi prodi-prodi lain di Unpatti. Ini adalah bukti bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” kata Malle.
Menurut Malle, tim asesor juga mengakui konsistensi pengembangan prodi sejarah menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan capaian tersebut. Dalam proses itu, sejumlah akademisi memiliki kontribusi signifikan, termasuk Dr. Agus Ufie sebagai ketua Task force Sejarah yang disebut turut berperan dalam perjalanan peningkatan mutu program studi.
Keberhasilan Prodi Pendidikan Sejarah juga menjadi bagian dari target besar Universitas Pattimura dalam meningkatkan jumlah program studi berstatus Unggul. Saat ini, universitas tersebut tengah mendorong percepatan peningkatan mutu akademik sebagai langkah menuju pengakuan internasional.
“Saat ini baru 16 prodi yang unggul, dan sisanya terus kita dorong. Jika target minimal 40 prodi unggul ini tercapai, kita sudah bisa melangkah menuju akreditasi internasional,” kata Malle.
Target tersebut sejalan dengan visi universitas yang menginginkan sedikitnya 30 persen dari total 116 program studi di Unpatti memperoleh predikat Unggul. Beberapa program studi seperti Matematika, Geografi, Bahasa Indonesia dan Fisika disebut menjadi prioritas berikutnya dalam proses peningkatan status akreditasi.
Dekan FKIP Unpatti, Prof Izaak H. Wenno, mengatakan keberhasilan Prodi Pendidikan Sejarah merupakan hasil sinergi seluruh elemen fakultas yang selama ini aktif membangun komunikasi dan evaluasi berkelanjutan demi memenuhi standar mutu yang ditetapkan.
“Kerja keras kita semua menjadi nyata. Kami selalu berdiskusi dengan WR I untuk mencari jalan keluar bersama jika ada kekurangan. Sekarang kita tahu persis di mana posisi kita, dan Sejarah telah membuktikan diri sebagai prodi unggul dengan prestasi yang sangat baik,” kata Wenno.
FKIP sendiri menargetkan sedikitnya tujuh program studi meraih status Unggul dalam waktu dekat. Selain Pendidikan Sejarah, dua program studi lain yang sudah akreditasi unggul yaitu Biologi dan Bahasa Jerman sehingga sudah 3 prodi unggulan di FKIP.
Empat Prodi yang diproyeksikan menyusul adalah Prodi Fisika, Matematika, Bahasa Indonesia dan Geografi.
Capaian ini mendapat apresiasi dari kalangan akademisi senior yang telah lama mengabdikan diri bagi perkembangan Pendidikan Sejarah di Unpatti.
Keberhasilan tersebut menjadi simbol keberlanjutan perjuangan generasi terdahulu dalam membangun fondasi akademik yang kuat.
“Saya sangat bangga. Ini adalah harapan baru, dan saya berharap prodi-prodi yang lain di Unpatti bisa segera mengikuti jejak yang sudah ditorehkan oleh Prodi Sejarah,” kata tokoh senior Pendidikan Sejarah Unpatti, Prof Mus Huliselan.
Dengan diraihnya akreditasi Unggul, Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unpatti kini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu program studi unggulan di kawasan timur Indonesia. Capaian ini sekaligus menjadi momentum bagi Universitas Pattimura untuk mempercepat transformasi mutu pendidikan tinggi menuju standar nasional dan internasional yang lebih kompetitif.(*)










