Ambon, SirimauPos – Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, tim dosen dari Program Studi Keperawatan Ambon, Poltekkes Kemenkes Maluku, smenyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang berkolaborasi dengan Jemaat Bethlehem GPM Rehoboth.

Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Batu Gantung Dalam, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Sabtu (30/5/2026).

“Tahun ini, pengabdian masyarakat tersebut mengusung tema besar: “Sehat Fisik, Tangguh Mental Bersama Mitra Jemaat GPM Bethlehem Menuju Hidup Berkualitas”.
Tema ini diangkat sebagai respons terhadap pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan tubuh dan kesiapan mental dengan mengusung semangat promotif dan preventif, rangkaian kegiatan didesain secara komprehensif guna meningkatkan derajat kesehatan dan kesadaran lingkungan jemaat secara mandiri.

Sejak pagi hari, antusiasme warga Jemaat Bethlehem sudah terlihat. Kegiatan diawali dengan Senam Hipertensi bersama.
Gerakan senam yang ritmis dan terukur ini bertujuan untuk merangsang sirkulasi darah serta mengedukasi warga mengenai pentingnya aktivitas fisik yang aman bagi penderita tekanan darah tinggi. Usai menyegarkan tubuh, masyarakat dibekali dengan rangkaian edukasi kesehatan yang sangat krusial.
Tim dosen Keperawatan Ambon secara bergantian memaparkan materi-materi penting, di antaranya:

1.Bahaya merokok dan dampaknya pada hipertensi Mengupas tuntas korelasi antara kebiasaan merokok dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi.
2. Waspada Serangan Jantung: Edukasi mengenai cara mengenali dan mencegah tanda serta gejala awal serangan jantung demi fatalitas penanganan.
3. Penanggulangan TB Paru: Strategi mencegah dan mengatasi Tuberkulosis (TB) Paru, sekaligus ajakan tegas untuk menghindari stigma negatif terhadap penderita di lingkungan sosial.
4. Kanker pada Wanita: Sosialisasi deteksi dini kanker payudara lewat gerakan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) serta langkah mengenal dan mencegah Kanker Serviks (Ca Servix).
5. Kesehatan Mental: Edukasi mengenai pengelolaan stres dan depresi sebagai langkah preventif yang krusial untuk mencegah perilaku bunuh diri di masyarakat.
6. Untuk mewujudkan pilar “Tangguh Mental”, tim dosen memberikan edukasi khusus mengenai pengelolaan (management) stres dan depresi. Materi ini dinilai sangat penting sebagai langkah preventif mutakhir dalam mencegah perilaku bunuh diri di lingkungan keluarga dan masyarakat.
7. Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sebagai Penutup akhir acara,berupa aksi nyata untuk mendorong “Hidup Berkualitas” diimplementasikan melalui pemeriksaan kesehatan gratis. Tim dosen didampingi mahasiswa melakukan skrining berupa pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat kepada warga yang hadir.Melalui pemeriksaan ini, warga Jemaat Bethlehem tidak hanya mendapatkan data klinis kondisi tubuh mereka secara real-time, tetapi juga memperoleh sesi konseling singkat mengenai pola hidup sehat yang harus diterapkan sehari-hari.
“Melalui tema ‘Sehat Fisik, Tangguh Mental Bersama Mitra Jemaat Bethlehem Menuju Hidup Berkualitas’, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kesehatan itu harus holistik. Tidak cukup hanya fisiknya yang kuat, tapi mentalnya juga harus tangguh agar kualitas hidup masyarakat di Batu Gantung Dalam ini benar-benar meningkat.
Mitra Jemaat Bethlehem GPM Rehoboth menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias.(*)










