SirimauPos
SirimauPos

Anggota DPRD Maluku Welem Kurnala Ungkap Ancaman Abrasi Serius di Dobo

AMBON, SIRIMAU POS, — Ancaman abrasi pantai di Kota Dobo, Provinsi Maluku, kian mengkhawatirkan. Sejumlah rumah warga dilaporkan berada dalam risiko tinggi terbawa arus laut akibat kerusakan talud pantai yang hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah.
Temuan ini diungkapkan Anggota DPRD Maluku, Welem Kurnala, usai melaksanakan kegiatan reses di wilayah tersebut. Ia menyebut kondisi infrastruktur penahan ombak di beberapa titik sudah rusak parah dan tidak lagi berfungsi optimal.
Kerusakan talud tersebut menyebabkan air laut dengan mudah masuk ke permukiman warga, terutama saat terjadi pasang tinggi dan cuaca ekstrem. Situasi ini tidak hanya mengancam bangunan rumah, tetapi juga keselamatan warga yang tinggal di kawasan pesisir.
“Banyak yang harus dipertimbangkan, di mana ketika kondisi cuaca air pasang cukup tinggi maka air laut itu masuk ke rumah warga,” kata anggota DPRD Maluku, Welem Kurnala.
Menurutnya, sejumlah desa di kawasan Kota Dobo mengalami kerusakan talud yang cukup signifikan. Bahkan, di beberapa titik, struktur penahan ombak itu telah pecah sehingga tidak mampu lagi menahan terjangan gelombang laut.
Kondisi ini diperparah dengan belum adanya langkah konkret dari pemerintah untuk melakukan perbaikan maupun rehabilitasi talud yang rusak. Padahal, ancaman abrasi terus meningkat seiring perubahan cuaca dan intensitas gelombang laut.
“Beberapa desa di sana taludnya sudah pecah sehingga air bisa masuk ke rumah warga,” kata anggota DPRD Maluku, Welem Kurnala.
Ia menegaskan, jika kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa penanganan, maka risiko yang dihadapi warga akan semakin besar, termasuk kemungkinan rumah-rumah hanyut tersapu gelombang laut.
“Dan ada beberapa rumah penduduk, jika talud tidak diperhatikan dengan baik maka rumah-rumah itu akan hanyut,” kata anggota DPRD Maluku, Welem Kurnala.
Dalam konteks ini, Kurnala mendesak pemerintah, khususnya Balai Wilayah Sungai, untuk segera turun tangan melakukan peninjauan dan perbaikan infrastruktur yang rusak. Ia menilai, penanganan cepat sangat diperlukan untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Secara geografis, Kota Dobo memang berada di wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi, terutama jika tidak didukung oleh infrastruktur perlindungan pantai yang memadai. Kerusakan talud menjadi faktor utama yang mempercepat proses pengikisan daratan oleh gelombang laut.
Selain itu, perubahan iklim yang memicu kenaikan permukaan air laut dan intensitas cuaca ekstrem juga turut memperburuk kondisi tersebut. Hal ini menjadikan kawasan pesisir seperti Dobo semakin rentan terhadap bencana lingkungan.
Warga setempat dilaporkan mulai merasakan dampak langsung dari abrasi, mulai dari genangan air laut di dalam rumah hingga kerusakan pada struktur bangunan. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan keselamatan mereka, terutama saat musim gelombang tinggi.
Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya melakukan perbaikan darurat, tetapi juga menyusun langkah jangka panjang untuk mitigasi abrasi. Upaya tersebut dapat berupa pembangunan ulang talud yang lebih kuat serta penataan kawasan pesisir secara berkelanjutan. (*)


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.

© Hak Cipta SirimauPos.com. Dilindungi Undang-Undang

error: Konten Dilindungi !