AMBON, SirimauPos.– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Maluku mengimbau masyarakat Kota Ambon untuk tidak melakukan panic buying menyusul isu kelangkaan dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar dalam beberapa hari terakhir.

Imbauan tersebut disampaikan setelah jajaran pimpinan DPD GAMKI Maluku melakukan pertemuan dengan Manajer Integrated Pertamina Terminal Wayame, Ambon, guna membahas kondisi distribusi BBM yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Pertemuan berlangsung di Kantor Terminal Wayame dan diterima langsung oleh Manajer Terminal, Novi Prasetyo. Diskusi difokuskan pada klarifikasi isu kelangkaan BBM serta langkah strategis untuk mengatasi lonjakan permintaan masyarakat.
Ketua DPD GAMKI Maluku, Samuel Ritiauw, menilai isu yang berkembang telah memicu keresahan publik dan berpotensi mengganggu stabilitas sosial serta aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Ambon.
“Isu kelangkaan BBM serta isu akan naiknya harga minyak berdampak langsung pada mobilitas warga, termasuk sektor ekonomi dan pelayanan publik,” kata Ketua DPD GAMKI Maluku, Samuel Ritiauw.
Ia menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas dengan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru memperparah kondisi distribusi di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Kami juga siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif untuk memastikan distribusi BBM ini tidak disalahgunakan,” kata Ketua DPD GAMKI Maluku, Samuel Ritiauw.
Senada dengan itu, Sekretaris DPD GAMKI Maluku, Fransina Latumahina, menekankan pentingnya optimalisasi distribusi oleh pihak Pertamina guna menjamin ketersediaan BBM tidak hanya di Ambon, tetapi juga wilayah lain yang menjadi cakupan distribusi Terminal Wayame.
“Pertamina harus memastikan distribusi BBM berjalan maksimal agar layanan kepada masyarakat tetap terjaga, baik di Kota Ambon maupun wilayah lain.
Ia juga mengungkapkan bahwa fenomena panic buying yang terjadi saat ini tidak lepas dari pengaruh isu global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran masyarakat terhadap pasokan energi.
Menanggapi hal tersebut, pihak Pertamina melalui Manajer Integrated Terminal Wayame memastikan bahwa kondisi stok BBM di Maluku dalam keadaan aman dan tidak terdampak langsung oleh dinamika global.
“Tidak terjadi kelangkaan BBM di Maluku dan tidak ada kaitannya dengan konflik di Timur Tengah terhadap ketersediaan BBM di wilayah ini,” kata Manajer Integrated Pertamina Terminal Wayame, Novi Prasetyo.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus menjaga ketersediaan stok di fuel terminal serta meningkatkan efektivitas distribusi ke SPBU guna mengatasi lonjakan permintaan dalam beberapa hari terakhir.
“Kami mempercepat penyaluran BBM ke SPBU dan menambah frekuensi pengiriman. Selain itu, pengawasan distribusi juga diperketat untuk mencegah penimbunan dan penyalahgunaan,” kata Manajer Integrated Pertamina Terminal Wayame, Novi Prasetyo.
GAMKI Maluku juga mendorong adanya pengawasan terpadu antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat guna memastikan distribusi BBM berjalan adil dan tepat sasaran.
Langkah koordinatif ini dinilai penting untuk meredam dampak isu yang menyesatkan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap ketersediaan energi di daerah.
Hingga saat ini, antrean panjang masih terlihat di sejumlah SPBU di Kota Ambon. Namun, dengan adanya klarifikasi dari pihak terkait dan meningkatnya kesadaran masyarakat, kondisi tersebut diharapkan segera berangsur normal dalam beberapa hari ke depan.(*)










