banner 1080x1921
banner 1080x1921
SirimauPos

Diduga Anggaran Rp 8,4 Milyar Untuk Pembangunan Jalan Aboru-Wassu-Oma, Direkayasa Oleh Kabid Bina Marga PUPR Maluku

Ambon, Sirimaupos.com- Aparatur Pengawasan Internal (APIP) Pemerintah Provinsi Maluku dan pihak Kejaksaan Tinggi diminta melakukan penelusuran dugaan rekayasa dana senilai Rp 8,4 yang dicairkan oleh Kepala Bidang Bina Marga PUPR Maluku Muhijaty Tuanaya melalui dua perusahaan berbeda.

Dana tersebut menurut sumber informasi terpercaya di Dinas PUPR Maluku diperuntukan untuk pembayaran volume pekerjaan pada peningkatan jalan Aboru-Wasu-Oma, Ruas Jalan Aboru-Haruku di Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah yang dikerjakan dengan dana SMI pada tahun anggaran 2020.

SirimauPos

Ternyata, informasi penggunaan anggaran tersebut adalah jawaban spekulasi dari salah satu pimpinan di dinas PUPR Maluku saja karena dimintai penjelasan oleh media maupun sejumlah LSM di Kota Ambon.

Padahal saat dilakukan pengecekan pada sejumlah perusahaan yang mengerjakan proyek pengembangan jalan di Pulau Haruku itu tahun 2020 maupun tahun 2021 tidak ada kelebihan volume yang masih menjadi hutang dari PUPR Maluku.

Dana senilai Rp 8,4 milyar ini dispekulasi masuk dalam dua paket pekerjaan tahun anggaran 2023 yaitu Peningkatan Jalan Haruku-Oma Ruas Jalan Aboru-Haruku dengan nilai kontrak Rp 5,560.000.000 yang menggunakan bendera perusahaan CV. Barestu dengan alamat Jln Dr Malaiholo Benteng Kecamatan Nusanuwe Kota Ambon.

Paket yang lainnya yaitu Pembangunan Jalan Aboru-Wassu, Ruas Jalan Aboru Haruku dengan nilai Rp 2,905.570.000 yang menggunakan CV. Balung Permai dengan alamat Jln Air Mata Cina, Kelurahan Urimesseng Kecamatan Nusanuwe Kota Ambon.

SirimauPos

Kedua pakat tersebut diproses pada laman Sistim Pengadaan Secara Elektronik yang ditayangkan melalui LPSE Provinsi Maluku pada tanggal 26 Mei 2023 dan pada tanggal 24 Maret 2023.

Sementara itu, setelah dilakukan penelusuran di lapangan, ternyata ruas jalan tersebut sementara dikerjakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Maluku melalui dana inpres senilai Rp 51 milyar.

Kasatker BPJN Wilayah Maluku untuk Ruas Aboru – Haruku, I Gede Bagus Ardika ketika dikonfirmasi membenarkan kalau ruas jalan tersebut sementara dikerjakan oleh BPJN Wilayah Maluku.

Tiga Paket pekerjaan tersebut terdiri dari Pembangunan Jalan Oma Wassu, Senilai Rp 51 milyar, Pembangunan Jembatan Wae Sila senilai Rp 12 Milyar dan Peningkatan Jalan Pelauw- Haruku senilai Rp 7 milyar.

Bagus merincikan, untuk pekerjaan Pembangunan Jembatan Wae Sila dan Peningkatan Jalan Pelauw-Haruku sudah rampung dikerjakan oleh perusahaan dalam tahun anggaran 2023, sementara untuk pekerjaan Pembangunan Jalan Wassu-Oma Ruas Jalan Aboru-Haruku sementara dikerjakan karena menggunakan kontrak tahun jamak (multi year).

Dirinya mengaku ada irisan pada nama pekerjaan  antara  ruas jalan Aboru-Haruku yang sementara dikerjakan dengan dana Inpres dan nama pekerjaan yang dikerjakan oleh Dinas PUPR dengan sumber dana dari APBD 2023.

“Sebaiknya dikonfirmasi ke PUPR,” saran Kasatker BPJN, I Gede Bagus Ardika.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Maluku Ismail Usemahu ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa sebaiknya dikonfirmasi kepada Bidang Bina Marga yang punya kegiatan.

Dikatakan, yang lebih mengetahui kegiatan itu adalah kepala bidang Bina Marga Muhijaty Tuanaya.

Kepala Bina Marga PUPR Maluku, Muhijaty Tuanaya yang hendak dikonfirmasi tak mau memberikan penjelasan terkait dugaan rekayasa anggaran tersebut.

Dirinya terkesan menghindar dan tidak mau memberikan penjelasan terkait dengan pencairan anggaran senilai lebih dari Rp 8, 4 miltar itu.

Diduga kuat dua perusahaan dalam kontrak itu hanya menerima fee dari pihak bina marga, sementara dana tersebut kemungkinan mengalir untuk biaya kampanye salah satu caleg DPR RI dari dapil Maluku (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Dilindungi !