banner 1080x1921
banner 1080x1921
SirimauPos

Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku Usulkan Solusi Terkait Penahanan KPU Aru

Ambon, SirimauPos – Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku Jantje Wenno mengusulkan perlunya solusi yang tepat terkait dengan adanya penahanan terhadap lima anggota KUPD Kepualaun Aru yang sehingga pelakaanaan Pemilu dan Pilkda di kabupaten tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Usulan tersebut dikemukakan Wenno saat diwawancarai wartawan di gedung DPRD Maluku di Ambon, Rabu (23/01) setelah lima komisioner KPU setempat ditahan terkait perkara dugaan korupsi dana hibah.

SirimauPos

Dikatakan, karena pelaksanaan Pemilu serentak 2024 yang semakin dekat maka harus ada solusi berupa penangguhan penahanan terhadap lima komisioner tKPUD Aru itu setelah ditahan jaksa sejak 17 Januari lalu.

Pemilu serentak 2024 merupakan agenda nasional yang mestinya berjalan dan diharapkan tidak terganggu karena kondisi seperti di Kepulauan Aru.

Sebaliknya kalau tidak bisa dilakukan penangguhan, solusi lainnya adalah seluruh kerja KPU Aru diambil alih KPU Provinsi.

Hanya saja kebijakan ini akan menjadi beban karena selain menjalankan tugas di Kabupaten Kepulauan Aru, KPU provinsi Maluku juga harus mengkoordinasikan 10 kabupaten/kota lainnya.

SirimauPos

Menurut dia, bila pemilu di Kepulauan Aru terganggu maka akan berpengaruh juga terhadap Provinsi Maluku secara umum.

Penangguhan penahanan dilakukan agar para komisioner yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dana hibah Pilkada Bupati/Wabub Kepulauan Aru Tahun 2020 itu dapat melanjutkan kembali proses tahapan pemilu hingga selesai.

“Solusinya adalah penangguhan penahanan supaya mereka kembali menyelesaikan tugasnya hingga proses penetapan kursi calon terpilih,” ucapnya.

Apalagi para komisioner KPU ini juga telah melaksanakan tugas tanggung jawabnya walaupun dalam status tersangka yang begitu lama oleh Polres Aru.

“Mungkin itu jauh lebih baik, karena dalam statusnya sebagai status tersangka, seluruh tahapan dikerjakan oleh mereka. Hanya saja dalam status penahanan saat ini maka proses pemilu selanjutnya tidak dapat dilakukan,” tandasnya. (*)

error: Konten Dilindungi !