SirimauPos
SirimauPos

Mahasiswa Penerima KIP-Kuliah Raih Predikat Terbaik di Wisudah Unpatti

AMBON, SIRIMAU POS — Latar belakang keluarga petani tidak menjadi batas bagi Dina Artika Br. Sembiring untuk menorehkan prestasi akademik. Mahasiswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, itu berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) pada Gelaran Wisuda Sarjana periode Juli 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98.

Dina menyelesaikan pendidikan sarjananya dalam waktu 3 tahun 7 bulan. Pencapaian tersebut menjadi capaian penting bagi mahasiswa penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, terlebih ia berasal dari keluarga petani yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian. Kedua orang tuanya sehari-hari bekerja menanam berbagai komoditas sayuran, antara lain kacang panjang dan buncis, di Kabupaten Karo.

Perjalanan akademik Dina tidak berlangsung tanpa hambatan. Tantangan paling berat dihadapinya ketika memasuki tahap penelitian. Eksperimen yang dilakukan di laboratorium beberapa kali mengalami kegagalan, baik pada pengujian secara in vitro maupun pada tanaman yang menjadi objek penelitian. Kondisi itu sempat memukul semangatnya, tetapi tidak membuatnya berhenti.

Dina kemudian memilih mengevaluasi proses penelitian, memperbaiki tahapan eksperimen, dan kembali mencoba hingga memperoleh hasil yang diharapkan. Penelitiannya mengangkat potensi cengkeh asal Maluku sebagai bahan alami untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit busuk lunak pada sawi putih. Persoalan tersebut dinilai penting karena penyakit tanaman tidak hanya dapat menyerang tanaman di lapangan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas hasil panen yang beredar di pasaran.

“Setiap proses pasti memiliki tantangan, tetapi setiap masalah selalu memiliki solusi. Tetap semangat, berpikir positif, dan jangan mudah menyerah dalam meraih cita-cita,” kata Dina Artika Br. Sembiring.

Penelitian tersebut sekaligus menunjukkan upaya mahasiswa memanfaatkan sumber daya lokal Maluku dalam pengembangan alternatif pengendalian penyakit tanaman yang lebih ramah lingkungan. Pemanfaatan cengkeh sebagai bahan alami diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan pendekatan pengendalian penyakit tanaman yang tidak semata-mata bergantung pada bahan kimia.

Bagi Dina, capaian sebagai lulusan terbaik bukan sekadar angka IPK. Prestasi tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang ditempuh dengan disiplin, ketekunan, serta dukungan keluarga dan kesempatan pendidikan melalui program KIP-Kuliah. Beasiswa tersebut menjadi faktor penting yang membantunya menjalani pendidikan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

Usai menyandang gelar sarjana, Dina memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Namun, untuk sementara ia memilih memasuki dunia kerja guna memperoleh pengalaman sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Pilihan itu juga berkaitan dengan kondisi keluarganya, terutama karena sang adik masih menempuh pendidikan di tingkat sekolah menengah atas.

Dina menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas kesempatan yang diberikan melalui program KIP-Kuliah. Menurutnya, dukungan pendidikan tersebut tidak hanya membantu mengurangi beban biaya pendidikan, tetapi juga menjadi dorongan untuk membuktikan bahwa mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi tetap memiliki peluang meraih prestasi akademik.

Prestasi Dina Artika Br. Sembiring pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar catatan dalam daftar lulusan terbaik. Kisahnya memperlihatkan bahwa akses pendidikan, kerja keras, ketekunan dalam menghadapi kegagalan penelitian, serta keberanian untuk terus mencoba dapat membuka jalan menuju prestasi. Dari keluarga petani di Kabupaten Karo hingga meraih IPK 3,98 di Fakultas Pertanian Unpatti, Dina membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti mengejar masa depan.(*)


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.

© Hak Cipta SirimauPos.com. Dilindungi Undang-Undang

error: Konten Dilindungi !