AMBON, SirimauPos – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Ambon resmi menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) se-Kota Ambon sebagai bagian dari konsolidasi internal partai dan penguatan struktur organisasi hingga tingkat akar rumput.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas kader sekaligus mempersiapkan langkah strategis menghadapi agenda politik mendatang, termasuk Pemilu 2029.
Musancab yang dihadiri pengurus partai dari berbagai tingkatan itu awalnya direncanakan berlangsung di lima kecamatan berbeda. Namun, karena pertimbangan efisiensi dan kebutuhan konsolidasi cepat, pelaksanaan dipusatkan dalam satu lokasi. Meski demikian, agenda organisasi tetap dijalankan sesuai instruksi partai.
Ketua DPC PDIP Kota Ambon, Luki Upulatu Nikijuluw, menegaskan bahwa musyawarah tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan amanat konstitusi partai yang wajib dilaksanakan sebagai bagian dari proses kaderisasi dan pembentukan struktur politik hingga tingkat bawah.
“Momentum Musancab ini adalah amanat regulasi partai, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, bahkan peraturan partai tentang pembentukan dan pelaksanaan musyawarah anak cabang hingga ranting,” kata Ketua DPC PDIP Kota Ambon, Luki Upulatu Nikijuluw.
Menurut Luki, struktur partai di tingkat kecamatan hingga ranting merupakan penyangga utama kekuatan politik PDIP. Karena itu, proses pembentukan pengurus harus dilakukan secara matang, terukur, dan mengedepankan integritas kader.
“Hari ini bukan soal jabatan atau posisi siapa yang akan memimpin pengurus anak cabang, tetapi soal pengertian dan panggilan moral dalam menjalankan kerja-kerja politik bersama,” ujar Luki.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses penentuan pengurus anak cabang dilakukan melalui berbagai tahapan, termasuk pemetaan kapasitas kader dan konsultasi internal partai. Bahkan, dalam proses tersebut muncul dinamika dan persaingan sehat antar kader untuk menentukan figur terbaik di tingkat kecamatan.
Selain konsolidasi organisasi, DPC PDIP Kota Ambon juga memaparkan sejumlah program sosial dan kerakyatan yang telah dijalankan selama beberapa bulan terakhir. Program tersebut antara lain gerakan penghijauan sebagai bagian dari politik hijau partai, pembentukan posko komunitas, hingga perlindungan sosial bagi pekerja informal melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
“Kita harus turun ke bawah mendengar jeritan rakyat. Itu perintah partai. Karena politik tidak hanya bicara kekuasaan, tetapi bagaimana hadir menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Luki.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP Maluku, Benhur Watubun, dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan persatuan di tengah dinamika internal partai. Ia meminta seluruh kader tidak terjebak dalam konflik kepentingan dan lebih mengutamakan perjuangan ideologis partai.
“Kalau pemerintahan berbuat baik kita dukung, tetapi kalau menyimpang dari haluan negara, kita harus kritis. Garis perjuangan kita adalah keberpihakan kepada rakyat kecil,” kata Ketua DPD PDIP Maluku, Benhur Watubun.
Benhur juga menekankan bahwa politik PDIP harus tetap berpijak pada ideologi Pancasila dan semangat keberpihakan terhadap wong cilik. Menurutnya, seluruh kader wajib menjaga disiplin organisasi dan menghormati keputusan musyawarah yang telah ditetapkan bersama.
“Siapa pun yang ditetapkan sebagai ketua PAC dan pengurus pendamping harus didukung bersama. Setelah keputusan diambil, tidak boleh ada konflik lagi. Yang ada hanya persatuan,” ujar Benhur.
Dalam kesempatan itu, Benhur turut menyinggung target besar PDIP Kota Ambon untuk kembali merebut kekuasaan politik di ibu kota Provinsi Maluku tersebut. Ia menilai Ambon merupakan basis penting partai yang harus dipertahankan dan diperkuat melalui konsolidasi yang solid hingga tingkat bawah.
Musyawarah Anak Cabang PDIP se-Kota Ambon ditutup dengan penegasan komitmen seluruh kader untuk memperkuat organisasi, menjalankan program kerakyatan, dan membangun kerja politik yang terstruktur dalam menghadapi agenda politik ke depan, termasuk persiapan Pemilu 2029 dan penguatan basis dukungan masyarakat.(*)










