Ambon, Sirimaupos. com – Universitas Pattimura (Unpatti) resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) yang ditandai dengan peluncuran SPIL Research Center di kampus Unpatti, Ambon, Kamis (10/9/2025). Pusat riset ini difokuskan pada pengembangan pelayaran, logistik, dan ketahanan pangan di kawasan Indonesia Timur.
Langkah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri, khususnya dalam menjawab tantangan distribusi pangan di wilayah kepulauan Maluku.
“Kerjasama ini kami arahkan pada pengembangan riset center, terutama di bidang teknik industri, teknik perkapalan, sains, teknologi, serta ekonomi dan bisnis. Kami ingin menghasilkan solusi nyata atas persoalan logistik dan pelayaran di Maluku,” kata Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy.
Menurut Leiwakabessy, disparitas antar-pulau di Maluku hingga kini masih menjadi hambatan utama dalam distribusi bahan pokok. Dengan riset berbasis kebutuhan lapangan, ia optimistis kerja sama ini mampu menghasilkan inovasi yang relevan.
“Distribusi pangan dan kebutuhan pokok di Maluku kerap terkendala oleh faktor geografis. Melalui riset bersama, kami harap dapat menemukan terobosan solusi yang aplikatif untuk kesejahteraan masyarakat kepulauan,” tambah Leiwakabessy.
Dari pihak industri, PT SPIL menegaskan komitmennya untuk menjadikan SPIL Research Center sebagai wadah kolaborasi strategis.
“SPIL Research Center adalah wujud komitmen kami dalam mendukung dunia pendidikan dan industri. Kami ingin berkolaborasi langsung dengan para peneliti Unpatti agar inovasi yang lahir benar-benar relevan dengan kebutuhan lapangan,” kata General Manager Human Capital dan Corporate Affairs PT SPIL, Dominikus Putranda Romo Ganggut.
Ia menegaskan, kepentingan utama dari kerja sama ini bukan hanya untuk perusahaan, melainkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan kepulauan Indonesia Timur.
“Harapan kami, pusat riset ini dapat melahirkan inovasi berkelanjutan yang mendukung pengembangan wilayah Indonesia Timur, sekaligus meningkatkan daya saing anak bangsa,” ujarnya.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unpatti, Stev Huliselan, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah konkret mewujudkan Tri Dharma perguruan tinggi, terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian.
“Dalam riset ini, kami melibatkan tiga fakultas, yaitu Teknik, Ekonomi dan Bisnis, serta Sains dan Teknologi. Penelitian akan fokus pada masalah navigasi, logistik, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk optimalisasi distribusi,” kata Huliselan.
Ia menegaskan, pengabdian masyarakat menjadi pilar penting dalam kesepakatan ini.
“Selain riset, kami bersama PT SPIL sepakat untuk turun langsung ke masyarakat melalui program pengabdian. Fokusnya meliputi isu-isu strategis seperti pengentasan kemiskinan, swasembada pangan, energi, lingkungan, hingga hilirisasi,” jelas Huliselan.
Sebagai tindak lanjut, Unpatti dan PT SPIL sudah menyiapkan 14 tema riset yang akan digarap. Tema-tema tersebut mencakup isu riil industri sekaligus kebutuhan masyarakat di Maluku, dari efisiensi rantai pasok hingga pemanfaatan energi terbarukan.
“Model kolaborasi ini unik karena melibatkan praktisi dan akademisi secara langsung. Kami percaya, dengan pola kerja seperti ini, hasil riset dapat segera diimplementasikan dan memberi dampak nyata,” tambah Huliselan.
Peluncuran SPIL Research Center ini bukan hanya simbolis, tetapi menandai babak baru hubungan strategis antara industri dan perguruan tinggi di Maluku. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat peran riset dalam menjawab persoalan logistik di wilayah kepulauan sekaligus mendukung visi pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. (*)










