SirimauPos
SirimauPos

Huwae: Akurasi Manifest Jadi Kunci Keselamatan Angkutan Penyeberangan

AMBON, SirimauPos — Dinas Perhubungan Provinsi Maluku menegaskan pentingnya kepatuhan dan akurasi data manifest dalam penyelenggaraan angkutan penyeberangan.

Manifest dinilai bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi menjadi basis utama keselamatan pelayaran sekaligus instrumen pengawasan terhadap potensi kelebihan muatan di atas kapal.
Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Semmy Huwae, saat menutup kegiatan Sosialisasi Penguatan Kepatuhan dan Akurasi Data Manifest Angkutan Penyeberangan di Provinsi Maluku, Kamis (17/9/2026), di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ambon.
Menurut Semmy, manifest merupakan dokumen resmi yang mencatat secara lengkap data penumpang dan barang dalam suatu perjalanan angkutan.
“Manifest adalah daftar atau dokumen resmi yang menyangkut catatan lengkap yang berisi penumpang dan barang yang tercatat dalam satu lajuran transportasi,” kata Semmy.
Ia menegaskan, keberadaan manifest yang akurat memiliki posisi strategis dalam menjamin keselamatan pengguna jasa angkutan penyeberangan.
“Manifest itu adalah basis data utama keselamatan, juga alat kontrol utama dalam mencegah kelebihan muatan di atas kapal,” ujarnya.
Karena itu, Dinas Perhubungan Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada PT ASDP Indonesia Ferry Ambon yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Semmy menilai sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam mendorong sistem pelayanan transportasi yang semakin modern, transparan dan akuntabel.
“Kegiatan ini adalah lompatan besar menuju pelayanan transportasi yang lebih modern, transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Namun, Semmy mengingatkan bahwa sosialisasi tersebut bukan merupakan akhir dari tugas bersama. Sebaliknya, kegiatan itu harus menjadi titik awal untuk memastikan seluruh hasil pembahasan benar-benar diterapkan dalam pelayanan di lapangan.
Ia meminta seluruh operator, petugas loket, KSOP, hingga pengguna jasa meningkatkan komitmen dan kedisiplinan dalam melakukan input data penumpang maupun kendaraan.
Data tersebut, kata dia, harus dicatat secara real time dan akurat, sehingga tidak terjadi perbedaan antara kondisi sebenarnya dengan data yang tercantum dalam manifest.
Selain ketepatan pencatatan, Semmy juga meminta seluruh pihak berani menolak segala bentuk praktik manipulasi data manifest yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang dan awak kapal.
“Hanya dengan kepatuhan yang tinggi kita dapat mewujudkan zero accident dalam penyelenggaraan angkutan penyeberangan di Bumi Raja-Raja ini,” kata Semmy.
Kegiatan yang dibuka General Manager ASDP Ambon, Sigit Purwanto, tersebut melibatkan sejumlah stakeholder dan mitra terkait dalam penyelenggaraan angkutan penyeberangan. Para peserta juga berasal dari pihak penjual tiket secara online yang selama ini memiliki peran dalam proses pendataan pengguna jasa.
Sejumlah instansi tampil sebagai pemateri, di antaranya PT ASDP Indonesia Ferry, Jasa Raharja, KSOP dan BPTD Maluku.
Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama. Forum tersebut menjadi ruang bagi para stakeholder untuk mengidentifikasi berbagai persoalan sekaligus mencari alternatif solusi dalam memperbaiki tata kelola sektor perhubungan, khususnya angkutan penyeberangan.
Semmy berharap penguatan kepatuhan terhadap manifest dapat terus dilakukan secara konsisten. Dengan data yang akurat, pengawasan muatan yang lebih baik dan kedisiplinan seluruh pihak, keselamatan transportasi penyeberangan di Maluku diharapkan semakin terjamin.(*)


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.

© Hak Cipta SirimauPos.com. Dilindungi Undang-Undang

error: Konten Dilindungi !