Ambon, Sirimaupos.com — Menjelang perayaan Paskah 2026, Jemaat GPM Galala Hative Kecil (Gatik) menggelar berbagai kegiatan rohani yang sarat makna iman dan kebersamaan. Salah satu kegiatan yang menonjol adalah outbond yang dilaksanakan oleh Sektor Kalvari sebagai bagian dari rangkaian pra-Paskah, Sabtu (4/4/2026) yang berlangsung di dalam Sektor Kalvari Gatik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari refleksi jemaat terhadap makna kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Selain itu, seluruh rangkaian kegiatan Paskah di jemaat GPM Gatik juga diisi dengan pertunjukan Jalan Salib oleh AMGPM Cabang Krie EleIson III, yang menggambarkan perjalanan penderitaan Kristus hingga wafat di kayu salib.

Sebanyak 11 sektor pelayanan di Jemaat GPM Gatik turut ambil bagian dalam menyemarakkan perayaan ini. Masing-masing sektor menggelar kegiatan yang berfokus pada penguatan spiritual dan kebersamaan jemaat lintas usia.
Sektor Kalvari, yang terdiri dari empat unit pelayanan, menjadi salah satu sektor yang aktif menyelenggarakan kegiatan inovatif. Outbond yang digagas oleh AMGPM Ranting III Krie EleIson Gatik ini menjadi media pembinaan iman sekaligus mempererat relasi antaranggota jemaat.

Kegiatan outbond tersebut diikuti oleh sejumlah regu yang masing-masing beranggotakan enam orang. Setiap regu merupakan perwakilan dari berbagai wadah pelayanan, mulai dari Pelayanan Laki-Laki, Perempuan, Pemuda, Sekolah Minggu, hingga unit pelayanan lainnya.
Ketua Sektor Kalvari, Ampi Kalalimbong, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan untuk meraih kemenangan, melainkan lebih dari itu sebagai wadah memperkuat nilai kebersamaan dalam pelayanan.
“Lomba ini bukan semata-mata untuk memperebutkan juara, tetapi untuk membangun semangat kebersamaan dan mempererat hubungan dalam pelayanan,” kata Ketua Sektor Kalvari, Ampi Kalalimbong.

Secara teknis, kegiatan outbond dimulai dari titik start di batas sektor Kalvari, tepatnya di kawasan sekitar Bak Air. Para peserta kemudian menempuh rute yang telah ditentukan dengan melewati lima pos tantangan.
Di setiap pos, peserta diuji dengan berbagai bentuk ketangkasan dan kecerdasan, termasuk pengisian teka-teki silang (TTS) serta tantangan fisik dan kerja sama tim lainnya. Setiap regu harus mampu menyelesaikan tantangan untuk melanjutkan perjalanan ke pos berikutnya.
Proses ini tidak hanya menguji kemampuan individu, tetapi juga menekankan pentingnya koordinasi dan solidaritas tim dalam menghadapi setiap tantangan yang diberikan panitia.

Setelah melewati seluruh pos, para peserta akhirnya mencapai garis finis yang berlokasi di area tiang pencanangan Sektor Kalvari. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa syukur sebagai bentuk ungkapan iman atas penyertaan Tuhan sepanjang kegiatan berlangsung.
Tidak hanya kegiatan siang hari, rangkaian perayaan juga akan dilanjutkan pada malam hari menjelang Paskah. Jemaat mengikuti kegiatan Obor Doa (Odol) yang menjadi simbol terang dalam perjalanan iman umat.
Selanjutnya, kegiatan dilengkapi dengan ibadah bersama di kubur terbuka, yang menjadi puncak refleksi atas kebangkitan Yesus Kristus sebagai simbol kemenangan atas maut dan dosa.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, Jemaat GPM Gatik tidak hanya merayakan Paskah sebagai tradisi tahunan, tetapi juga menghidupi makna spiritualnya secara nyata dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.
Momentum ini diharapkan mampu memperkuat iman jemaat sekaligus membangun kebersamaan yang kokoh dalam menghadapi dinamika kehidupan ke depan.(*)










