AMBON, SIRIMAUPOS.COM — Jemaah Muhammadiyah di Provinsi Maluku melaksanakan Sholat Idul Fitri lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah, Jumat (20/3), di pelataran SMP Muhammadiyah Ambon. Ibadah berlangsung khidmat dengan dihadiri ratusan jamaah dari berbagai penjuru kota.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muhammadiyah Provinsi Maluku sebagai bentuk konsistensi organisasi terhadap hasil ijtihad keagamaan.

Imam Ali Litiloly bertindak sebagai imam, sementara khutbah Idul Fitri disampaikan oleh Djalaluddin Salampessy yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah Maluku.
Dalam khutbahnya, Djalaluddin menekankan pentingnya menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
“Umat Islam harus terus melakukan kebaikan dan menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang oleh Tuhan, seperti menjauhkan narkoba dari anak-anak serta menjaga kehidupan yang bertanggung jawab,” kata Djalaluddin Salampessy.
Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam membentuk generasi yang sehat secara moral dan sosial, terutama dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Menjaga kerukunan antar sesama, hidup bertetangga dengan baik, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis adalah bagian dari ajaran yang harus dijalankan,” kata Djalaluddin Salampessy.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak hanya relevan selama bulan Ramadhan, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan umat Islam sepanjang waktu.
“Amalan kebaikan tidak boleh berhenti setelah Ramadhan. Justru harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk ketakwaan yang nyata,” kata Djalaluddin Salampessy.
Pelaksanaan Sholat Id berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat setempat serta dukungan panitia yang telah melakukan persiapan sejak beberapa hari sebelumnya.
Perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri di Indonesia dinilai sebagai bagian dari dinamika dalam praktik keagamaan yang perlu disikapi dengan saling menghormati.
Meski terdapat perbedaan, suasana kebersamaan tetap terjaga. Jamaah tampak saling bersalaman usai pelaksanaan Sholat Id sebagai simbol saling memaafkan.
Momentum Idul Fitri ini diharapkan menjadi penguat solidaritas sosial dan kesadaran kolektif untuk membangun masyarakat yang lebih baik.
Dengan pesan moral yang disampaikan, perayaan Idul Fitri oleh Muhammadiyah Maluku tidak hanya menjadi ritual ibadah, tetapi juga sarana edukasi dan refleksi sosial bagi umat.(*)










