SirimauPos
SirimauPos

Tertangkap Basah Mencuri Sapi, Oknum TNI Digiring Warga ke Kantor Koramil

Namlea, SIRIMAUPOS.COM — Insiden memalukan institusi TNI kembali terjadi di Kabupaten Buru Provinsi Maluku. Oknum TNI AD diduga  terlibat sindikat pencurian ternak yang selama ini meresahkan warga Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, akhirnya terbongkar.

Tiga terduga pelaku diringkus warga di Desa Wanereja, Kecamatan Waelata, Sabtu dinihari (28/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIT. Salah satu dari terduga pelaku disebut merupakan oknum anggota TNI Angkatan Darat yang berdinas di Batalyon Nawasena, Markas Kompi Jikumerasa.

Saat ditangkap, yang bersangkutan dilaporkan masih mengenakan seragam dinas loreng.
Peristiwa ini bermula dari kecurigaan warga terhadap sebuah mobil Toyota Avanza merah bernomor polisi DE 1568 AJ yang kerap hilir mudik antar desa, khususnya di jalur sekitar Pasar Mako, Kecamatan Waeapo. Aktivitas kendaraan tersebut dinilai tidak wajar, terutama pada jam-jam rawan dini hari.
“Mobil itu sudah beberapa kali terlihat bolak-balik di jalur pasar saat situasi sepi. Warga mulai curiga karena kejadian pencurian ternak belakangan ini makin sering terjadi,” kata Ramly salah satu warga Desa Wanereja.
Warga kemudian menghentikan kendaraan tersebut dan melakukan pemeriksaan. Dari dalam mobil ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian, di antaranya satu paket yang diduga berisi obat beracun jenis potasium, beberapa sisir pisang, serta sebilah golok. Warga juga mengaku mencium bau amis yang diduga darah hewan dari dalam kendaraan.
“Begitu pintu mobil dibuka, tercium bau amis. Itu yang membuat kami yakin ada sesuatu yang tidak beres,” kata warga lainnya.
Ketiga terduga pelaku kemudian diamankan dan digiring ke dua lokasi berbeda untuk pemeriksaan lanjutan, yakni Polsek Waeapo dan Koramil Waeapo. Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi kerumunan massa yang semakin banyak berdatangan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan identitas terduga pelaku masing-masing berinisial ST (lahir 1994), warga Desa Jikumerasa; AT (lahir 1993), warga Desa Jikumerasa; serta MK (lahir 1999), oknum anggota TNI AD yang berdomisili di Markas Nawasena Kompi Jikumerasa.
Sumber di lapangan menyebut kelompok ini diduga merupakan jaringan lama yang telah berulang kali melakukan pencurian ternak milik warga. Aksi mereka tidak hanya terjadi di wilayah Waeapo, tetapi juga diduga meluas hingga beberapa kecamatan lain di Kabupaten Buru.
“Sudah lama warga kehilangan sapi dan ternak lainnya. Kami menduga ini bukan aksi pertama mereka,” kata seorang tokoh masyarakat Waeapo.
Penangkapan ini memicu reaksi warga yang sempat mendatangi Kantor Koramil Waeapo untuk memastikan informasi terkait keterlibatan oknum aparat. Situasi sempat memanas, namun aparat keamanan berupaya menenangkan massa dan menjaga kondusivitas wilayah.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Waeapo belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan. Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Danramil Waeapo serta pihak Subpomdam di Namlea untuk memastikan status hukum oknum anggota TNI AD yang diduga terlibat.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan kriminalitas di sektor peternakan yang merugikan masyarakat kecil. Warga berharap proses hukum dilakukan secara transparan dan tegas tanpa pandang bulu, demi memulihkan rasa aman dan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.(Tim)


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.

© Hak Cipta SirimauPos.com. Dilindungi Undang-Undang

error: Konten Dilindungi !