Ambon, Sirimaupos. com – Organisasi Kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Pattimura menggelar acara Rapat Tahunan Komisariat dilingkup organisasi tersebut pada Jumat, (17/10/2025) bertempat Student Center Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd saat membuka kegiatan tersebut menyampaiakan apresiasi dan rasa bangga atas terlaksananya kegiatan yang mengangkat tema “Membangun Kepemimpinan Intelektual di Era Maritim Maluku”. beliau menilai tema tersebut sangat relevan dengan konteks historis dan potensi strategis Maluku sebagai daerah kepulauan yang memiliki peranan penting sejak masa perdagangan abad ke-15 hingga masa kini.
“Maluku memiliki sejarah panjang dalam perdagangan dunia dan perjuangan melawan kolonialisme. Semangat itu harus tetap hidup di era modern, dengan cara membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” tutur Dr. Nur Aida.
Dr. Nur Aida menyoroti tantangan pendidikan di wilayah kepulauan Maluku, terutama keterbatasan akses bagi pelajar dari daerah terpencil yang kerap tidak memiliki kesempatan mengikuti jalur seleksi nasional seperti SNBP dan SNBT.
“Kita menghadapi kendala besar dalam transformasi pendidikan. Banyak anak-anak dari kepulauan hanya bisa mengikuti tes mandiri, padahal secara ekonomi mereka dari keluarga menengah ke bawah,” jelas Dr. Nur Aida.
Kubangun menegaskan, pentingnya keseimbangan antara aktivitas organisasi dan tanggung jawab akademik. Dirinya mengingatkan agar mahasiswa aktif berorganisasi tanpa mengabaikan studi serta pentingnya menjaga kekompakan dan integritas dalam organisasi.
Dr. Nur Aida juga menghimbau agar setiap proses pemilihan pengurus dilaksanakan dengan damai dan penuh musyawarah, tanpa konflik atau kepentingan pribadi.
“Mari kita memanajemen organisasi dengan bersih, jujur, dan berkomitmen. Hindari perpecahan. PMII harus menjadi contoh organisasi mahasiswa yang solid dan bermartabat,” himbau beliau.
Di akhir sambutannya, Dr. Nur Aida berpesan agar seluruh organisasi ekstra kampus di Unpatti menjaga kekeluargaan dan solidaritas.
“Unpatti dikenal sebagai kampus orang bersaudara. Mari kita rawat budaya itu. Hindari konflik dan intrik yang tidak perlu, karena kebersamaan adalah kekuatan kita,” tutup Dr. Nur Aida.
Dikesempatan yang sama Ketua PMII Komisariat Unpatti Mumir Refra S.H menegaskan bahwa PMII Komisariat Unpatti merupakan salah satu komisariat tertua dan menjadi tolok ukur gerakan PMII di Kota Ambon maupun di Provinsi Maluku. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kader dan alumni untuk menjaga eksistensi dan marwah organisasi.
“PMII Unpatti adalah komisariat yang memiliki sejarah panjang dalam pergerakan mahasiswa. Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai perjuangan dan kepedulian sosial tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mumir menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda Maluku dalam menghadapi era globalisasi dan masuknya berbagai proyek besar ke wilayah timur Indonesia. Ia mengingatkan bahwa tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia, generasi muda hanya akan menjadi penonton dalam proses pembangunan daerahnya sendiri.
“Banyak perusahaan besar akan masuk ke Maluku dalam beberapa tahun ke depan. Jika generasi muda tidak dipersiapkan dengan baik, maka kita hanya akan menjadi buruh, bukan pelaku utama pembangunan di tanah kita sendiri,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Mumir Refra berpesan agar forum rapat kerja tidak hanya dijadikan sebagai ajang pemilihan ketua baru, tetapi juga sebagai momentum lahirnya kepemimpinan yang berintegritas dan memiliki visi jelas bagi masa depan PMII dan mahasiswa Unpatti.
Setelah sesi foto bersama kegiatan dilanjutkan dengan agenda rapat. (*)
#








