SirimauPos
SirimauPos

Lomba Masak Nasi Goreng Non Beras Warnai Perayaan HUT Laki-Laki GPM Galala-Hative Kecil

Ambon, Sirimaupos.com — Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Galala-Hative Kecil menggelar lomba masak nasi goreng non beras dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Laki-Laki Gereja Protestan Maluku. Kegiatan ini berlangsung meriah di halaman Gedung Gereja Yabok Gatik, Sabtu (13/9/2025).

Lomba unik tersebut diikuti oleh 14 pasangan kemitraan yang mewakili 14 sektor dalam jemaat. Setiap peserta diberi waktu 20 menit untuk memasak sekaligus menyajikan nasi goreng berbahan pangan lokal khas Maluku, seperti kasbi, keladi, pisang, jagung, dan petatas.

Panitia menjelaskan bahwa pemilihan tema “nasi goreng non beras” dimaksudkan untuk mendorong kreativitas jemaat dalam mengolah sumber pangan alternatif selain beras. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi mengenai ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

 

“Pangan lokal merupakan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Lewat lomba ini kita ingin mengingatkan bahwa orang Maluku kaya akan sumber pangan alternatif,” kata Wakil Ketua Majelis Jemaat, Buce Matatula, saat membuka kegiatan.

Penilaian lomba dilakukan oleh tim juri yang didatangkan langsung dari Badan Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian Provinsi Maluku. Kriteria penilaian mencakup kecepatan memasak, cita rasa, teknik penyajian, serta kandungan gizi dari olahan makanan.

Menurut Matatula, lomba ini bukan semata-mata untuk mencari pemenang, tetapi lebih menekankan nilai kebersamaan dan pemberdayaan potensi jemaat. “Kesempatan ini penting untuk menumbuhkan semangat dan kesadaran akan ketahanan pangan. Jadi yang utama bukan soal siapa menang atau kalah,” ujarnya.

Salah satu peserta dari sektor Kalvari Ena Siahaya mengaku antusias mengikuti lomba ini karena dapat memperlihatkan kreativitas dalam mengolah pangan lokal. “Kami bangga bisa memasak dengan bahan tradisional yang sering dianggap sederhana, tetapi sebenarnya sangat bergizi,” katanya.

Dukungan juga datang dari pasangan laki-laki Ade Siahaya dalam lomba tersebut. Mereka menilai kemitraan dalam kegiatan ini memperlihatkan solidaritas dan kebersamaan jemaat.

“Lomba ini bukan hanya ajang masak, tapi juga ajang bermitra antara laki-laki dan perempuan jemaat. Semoga bisa jadi inspirasi untuk kerja sama di bidang lain,” kata Siahaya.

Selain lomba masak, acara HUT Laki-Laki GPM Galala-Hative Kecil juga diisi dengan doa syukur dan ramah tamah jemaat. Nuansa kebersamaan tampak begitu kuat dengan suasana penuh sukacita dan kegembiraan.

Panitia kegiatan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Mereka berharap lomba pangan lokal ini bisa menjadi agenda tahunan jemaat sekaligus mendorong masyarakat lebih menghargai pangan asli Maluku.

“Kita berterima kasih kepada panitia, juri, dan seluruh jemaat. Mari kita berlomba dengan sukacita dan terus menjaga budaya pangan lokal kita,” kata Matatula.

Lomba nasi goreng non beras ini menjadi bukti nyata bahwa gereja bukan hanya ruang ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan jemaat untuk menjaga budaya, ketahanan pangan, dan kebersamaan sosial.(monty)


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.

© Hak Cipta SirimauPos.com. Dilindungi Undang-Undang

error: Konten Dilindungi !