SirimauPos
SirimauPos

Bodewin Wattimena Respons Pernyataan Zulkifli Hasan Soal Dukungan PAN pada Pilwalkot 2029

AMBON, SIRIMAU POS — Dinamika politik menuju Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Ambon 2029 mulai menghangat. Nama Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, kembali menjadi sorotan setelah Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan secara terbuka meminta Ketua DPW PAN Maluku, Widya Pratiwi, mencatat nama Bodewin untuk dipertimbangkan mendapat dukungan PAN pada Pilwalkot Ambon 2029.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan dalam agenda pelantikan pengurus DPW PAN dan DPD PAN kabupaten/kota se-Maluku di Hotel Santika Premiere Ambon, Rabu, 2 September 2026.

Bodewin Wattimena turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah pejabat daerah, pimpinan partai politik dan jajaran kader PAN.

Kehadirannya kemudian menjadi bagian penting dari percakapan politik yang berkembang setelah pidato Ketua Umum PAN.
Namun, munculnya nama Bodewin dalam konteks dukungan politik PAN tidak serta-merta berarti dirinya telah menjadi kader partai berlambang matahari tersebut. Bodewin justru memberikan bantahan tegas ketika dikonfirmasi SirimauPos mengenai statusnya di PAN.
“Sejak kapan jadi kader PAN?” kata Bodewin Wattimena melalui pesan singkat WhatsApp kepada SirimauPos, Selasa (9/9/2026).

Pernyataan singkat tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa penyebutan namanya oleh Zulkifli Hasan perlu dibedakan antara dukungan atau penjajakan politik dengan status formal sebagai kader partai.

Dalam pidatonya di hadapan pengurus dan kader PAN Maluku, Zulkifli Hasan meminta Widya Pratiwi untuk mencatat nama Bodewin Wattimena. Pernyataan itu disampaikan secara terbuka dan di hadapan Bodewin sendiri, sehingga langsung memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan arah dukungan PAN untuk kontestasi Pilwalkot Ambon 2029.

“Tolong dicatat supaya ke depannya kita dukung,” kata Zulkifli Hasan.

Arahan tersebut dibaca sebagai sinyal politik bahwa Bodewin masuk dalam radar PAN untuk menghadapi agenda politik Kota Ambon pada 2029.

Meski demikian, posisi tersebut belum dapat disebut sebagai keputusan resmi PAN untuk mengusung Bodewin Wattimena. Penentuan calon kepala daerah tetap membutuhkan mekanisme internal partai, proses penjaringan, komunikasi politik, serta keputusan organisasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Konteks politik ini menjadi menarik karena pada Pilwalkot Ambon 2024, PAN bukan partai yang memberikan rekomendasi kepada Bodewin Wattimena. Dalam kontestasi tersebut, Bodewin berpasangan dengan Ely Toisutta dan akhirnya memenangkan Pilwalkot Ambon.

Data hasil quick count yang diberitakan saat itu menempatkan pasangan Bodewin-Ely sebagai peraih suara tertinggi.

Bahkan, sebelum Pilwalkot 2024 berlangsung, Bodewin Wattimena disebut pernah meminta rekomendasi PAN.

Namun, pada saat itu PAN memberikan rekomendasi kepada pasangan lain, termasuk Yance Wenno yang maju dalam kontestasi Pilwalkot Ambon 2024.

Daftar pasangan calon Pilwalkot Ambon 2024 mencatat Yance Wenno berpasangan dengan Syarif Bakrie Asyathry, sementara Bodewin maju bersama Ely Toisutta.

Situasi politik kini bergerak berbeda. Jika sebelumnya Bodewin berada di luar kendaraan politik PAN dalam Pilwalkot 2024, maka pada 2026 namanya justru disebut langsung oleh Ketua Umum PAN sebagai figur yang perlu dicatat untuk menghadapi Pilwalkot Ambon 2029.
Perubahan posisi ini menunjukkan bahwa konfigurasi politik menuju 2029 masih sangat cair. Bodewin sebagai wali kota petahana memiliki modal politik dari kemenangan Pilwalkot 2024, sementara PAN memiliki kepentingan memperkuat posisi politiknya di Maluku melalui struktur organisasi yang baru dilantik.
Pelantikan pengurus PAN se-Maluku periode 2024–2029 sendiri menjadi momentum konsolidasi organisasi. Selain Zulkifli Hasan dan Widya Pratiwi, agenda tersebut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Abdullah Vanath, mantan Gubernur Maluku Murad Ismail, Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa, serta sejumlah tokoh politik dan pengurus PAN.
Di tengah dinamika tersebut, Bodewin memilih memberikan respons sederhana tetapi sarat makna politik. Kalimat “Sejak kapan jadi kader PAN?” memperjelas bahwa penyebutan namanya untuk kepentingan politik PAN tidak otomatis dapat diterjemahkan sebagai perpindahan atau keanggotaan dirinya di partai tersebut.
Dengan demikian, untuk saat ini yang lebih tepat dibaca adalah Bodewin Wattimena sedang berada dalam radar politik PAN, bukan telah menjadi kader PAN. Apakah kedekatan politik itu akan berkembang menjadi dukungan resmi pada Pilwalkot Ambon 2029 masih menjadi bagian dari proses politik yang panjang.
Peta Pilwalkot Ambon 2029 pun masih sangat terbuka. Dukungan partai, konfigurasi koalisi, kekuatan elektoral, hasil Pemilu 2029, serta keputusan masing-masing partai nantinya akan menentukan siapa yang benar-benar mendapatkan tiket untuk bertarung. Nama Bodewin Wattimena kini telah masuk dalam percakapan tersebut, tetapi keputusan akhirnya masih jauh dari kata final.(*)


Dapatkan berita terbaru dari SIRIMAUPOS.COM langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp kami sekarang juga.

© Hak Cipta SirimauPos.com. Dilindungi Undang-Undang

error: Konten Dilindungi !