Ambon, SirimauPos– Sebuah Tarian adat Maluku menyambut tamu kehormatan yang datang dari Ujung Banda Aceh Hingga Tanah Papua. para tamu dibungkus dengan kain gandong sebagai lambang penerimaan para tamu sebagai saudara sekandung. Ada juga tari lengso dan tarian adat cakalele serta pertunjukkan menarik dari para penyanyi lokal Ambon dengan suara khasnya.
Aroma Ambon sebagai kota musik pun bergema di malam penuh makna itu. Gedung Presisi Polda Maluku menjadi saksi kebersamaan para pemimpin LPTK Perguruan tinggi negeri se Indonesia.
Puncak kegiatan Forum Komunikasi (Forkom) Pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia berlangsung meriah di Plaza Pesisir Ambon, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Kota Ambon, Provinsi Maluku, ini menjadi momentum penting bagi para pimpinan FKIP dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia untuk memperkuat komunikasi, membangun jejaring kerja sama, serta merumuskan langkah strategis dalam menjawab tantangan dunia pendidikan nasional.
Ketua Panitia Penyelenggara, Dr. Agust Uffie, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Forkom yang berlangsung pada 5 hingga 8 November 2026 tersebut diikuti sekitar 350 peserta. Mereka terdiri dari para dekan, wakil dekan, ketua jurusan, hingga ketua program studi dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Besarnya jumlah peserta tersebut menunjukkan pentingnya forum komunikasi antarpimpinan FKIP sebagai ruang bertukar pengalaman, gagasan, dan strategi pengembangan pendidikan tinggi, khususnya dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan mencetak tenaga pendidik profesional.
Dekan FKIP Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Isach H. Wenno, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa penyelenggaraan Forkom bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum mempertemukan gagasan, menjalin kolaborasi, serta memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan pembangunan pendidikan di Indonesia.
Menurut Wenno, kepercayaan yang diberikan kepada FKIP Unpatti sebagai tuan rumah Forkom Pimpinan FKIP Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia tahun 2026 merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi Universitas Pattimura dan masyarakat Maluku.
“Bagi kami, menjadi tuan rumah bukan sekadar menyelenggarakan sebuah agenda pertemuan organisasi. Lebih dari itu, ini merupakan kesempatan untuk mempertemukan gagasan, menjalin tali persaudaraan, membangun jejaring kolaborasi, serta memperkuat komitmen bersama melalui forum komunikasi ini,” ujarnya.
Ia berharap, pertemuan tersebut tidak berhenti pada seremoni dan diskusi, tetapi mampu menghasilkan pemikiran konstruktif, rekomendasi strategis, serta komitmen kolaboratif yang dapat ditindaklanjuti oleh seluruh FKIP dan anggota Forkom di Indonesia.
Wenno juga menekankan pentingnya pengembangan pendidikan tinggi yang responsif terhadap karakteristik wilayah kepulauan. Sebagai bagian dari Universitas Pattimura yang berada di kawasan kepulauan, FKIP Unpatti terus berupaya mengembangkan ilmu pengetahuan dengan memperhatikan potensi dan kebutuhan daerah, tanpa mengabaikan perkembangan teknologi serta daya saing global.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya melihat Ambon sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga mengenal nilai-nilai persaudaraan yang hidup dan menjadi identitas masyarakat Maluku.
Filosofi Ale Rasa Beta Rasa, Potong di Kuku Rasa di Daging, menurutnya, mengandung pesan mendalam tentang empati, solidaritas, kebersamaan, serta rasa senasib dan sepenanggungan.
“Nilai-nilai inilah yang harus kita bawa dalam forum ini. Kemajuan sivitas akademika FKIP di satu perguruan tinggi merupakan bagian dari kemajuan FKIP di perguruan tinggi lainnya. Kemajuan satu perguruan tinggi juga dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya,” katanya.
Lebih lanjut, Wenno mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarlembaga pendidikan agar berbagai persoalan pendidikan nasional dapat direspons melalui langkah-langkah yang terukur.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Rektor dan Wakil Rektor Universitas Pattimura, Wali Kota Ambon beserta jajaran, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Forkom.
Penyelenggaraan Forkom FKIP se-Indonesia di Ambon diharapkan menjadi ruang konsolidasi akademik yang melahirkan kerja sama nyata antarfakultas, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Melalui forum tersebut, Ambon tidak hanya menjadi tuan rumah pertemuan nasional, tetapi juga ruang perjumpaan gagasan dan persaudaraan akademik dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air. (*)




