AMBON, SIRIMAUPOS.COM — Universitas Pattimura (Unpatti) menegaskan peran kalangan akademisi dalam mendukung penguatan pembangunan sektor energi di Maluku melalui keterlibatan dalam Forum Energi Maluku (FEM). Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk memperkuat koordinasi serta mendukung kebijakan energi daerah.
Komitmen tersebut terlihat melalui kehadiran Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Dominggus Male, dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Pemerintah Provinsi Maluku di Ruang Rapat Lantai VI Kantor Gubernur Maluku, Senin (31/8/2026). Kegiatan itu mengangkat tema “Optimalisasi dan Penguatan Forum Energi Maluku (FEM) untuk Mendukung PRKBI di Provinsi Maluku.”
FGD tersebut menjadi ruang koordinasi bagi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, asosiasi profesi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyatukan perspektif dalam menghadapi tantangan pembangunan energi di Maluku. Forum ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antarpihak agar kebijakan dan program sektor energi dapat dibahas dengan mempertimbangkan kebutuhan serta potensi daerah.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Abdul Haris, mengatakan Forum Energi Maluku diharapkan menjadi wadah komunikasi dan koordinasi dalam mendukung pelaksanaan kebijakan energi daerah. Menurutnya, persoalan energi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah.
Keterlibatan Unpatti dalam forum tersebut membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi melalui kajian akademik, penelitian, serta pengembangan rekomendasi kebijakan berbasis data. Peran tersebut penting agar pembahasan mengenai sektor energi tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga mempertimbangkan aspek teknis, sosial, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.
Penguatan Forum Energi Maluku juga membutuhkan pembagian peran dan koordinasi yang jelas di antara para pemangku kepentingan. Pemerintah daerah berperan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan, sedangkan perguruan tinggi dapat mendukung melalui penelitian dan pengembangan sumber daya manusia. Dunia usaha serta masyarakat juga memiliki peran dalam mendukung penerapan program energi sesuai kebutuhan dan potensi wilayah.
Melalui keterlibatan dalam FEM, Unpatti diharapkan dapat memperkuat kontribusi akademisi dalam pembahasan pembangunan energi di Maluku. Namun, efektivitas forum tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh tindak lanjut konkret, termasuk pelaksanaan hasil diskusi, penguatan koordinasi lintas sektor, serta penyusunan program yang terukur untuk menjawab kebutuhan energi masyarakat.(*)




